Brigade Al Qassam soal Pembunuhan Ismail Haniyeh: Kecerobohan Zionis Israel Harus Diakhiri

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 31 Juli 2024 | 20:04 WIB
Sayap militer Hamas Brigade Al Qassam sebut pembunuhan Ismail Haniyeh sebagai insiden yang berbahaya. (t.me/qassambrigades)
Sayap militer Hamas Brigade Al Qassam sebut pembunuhan Ismail Haniyeh sebagai insiden yang berbahaya. (t.me/qassambrigades)

"Kedua, pembunuhan kriminal terhadap pemimpin Haniyeh di jantung ibu kota Iran merupakan peristiwa penting dan berbahaya yang menggeser pertempuran ke dimensi baru dan akan berdampak besar di seluruh wilayah," terangnya.

Baca Juga: DPR RI Sorot Pembunuhan Ismail Haniyeh di Teheran, Khawatir Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Menurut Al Qassam, musuh salah perhitungan dengan menargetkan Haniyeh.

"Musuh salah perhitungan dengan memperluas cakupan agresi, membunuh para pemimpin perlawanan di berbagai arena, dan melanggar kedaulatan negara-negara regional. Netanyahu yang kriminal, yang dibutakan oleh delusi keagungan, mendorong entitas pendudukan menuju jurang, mempercepat keruntuhannya dan pemindahan permanen dari tanah Palestina," jelasnya.

Secara tidak langsung, dari pernyataan ini Al Qassam menunjuk Israel penjajah sebagai salah satu yang terlibat dalam insiden ini.

"Ketiga, kecerobohan Zionis ini harus diakhiri, dan musuh yang merajalela harus dikekang, dengan tangan campur tangannya ditahan untuk mencegah agresi lebih lanjut. Kejahatan musuh yang terus-menerus di berbagai front membunyikan alarm bagi semua bangsa dan masyarakat di wilayah tersebut, yang memaksa semua orang untuk mendukung dan mendukung perlawanan di Palestina. Perlawanan ini berfungsi sebagai garis depan pertahanan bagi seluruh bangsa, itulah sebabnya musuh berusaha untuk menghancurkan dan menaklukkannya untuk fokus pada agresi yang lebih besar terhadap bangsa-bangsa dan rakyat di wilayah tersebut," bebernya.

Baca Juga: Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran Akibat Serangan Udara Israel

Terakhir, pengorbanan Haniyeh dan rakyat Palestina yang syahid akibat genosida dan pembersihan etnis ini tidak akan berakhir sia-sia.

"Keempat, darah pemimpin kita Ismail Haniyeh, yang saat ini bercampur dengan darah anak-anak, wanita, pemuda, dan orang tua Gaza, dan dengan darah rakyat dan pejuang kita, menggarisbawahi bahwa perlawanan dan para pemimpinnya berada di jantung pertempuran bersama rakyat mereka. Darah yang berharga ini tidak akan tertumpah dengan sia-sia, tetapi akan menerangi jalan menuju pembebasan. Musuh akan membayar agresinya dengan darahnya sendiri di Gaza, Tepi Barat, dan di dalam perbatasannya, di mana pun pejuang kita mencapainya atas kehendak Tuhan," tutup pernyataan resmi Brigade Al Qassam.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X