Netanyahu Ungkap Rencana Pascaperang, Tak Ingin Jalur Gaza Dipimpin Otoritas Palestina dan Hamas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 25 Juli 2024 | 18:05 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ungkap rencana pascaperang di Gaza dalam Kongres AS belum lama ini. (X.com/@netanyahu)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ungkap rencana pascaperang di Gaza dalam Kongres AS belum lama ini. (X.com/@netanyahu)
 

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu beberkan rencana pascaperang di Gaza di Kongres AS, Washington DC belum lama ini.

Kunjungan Netanyahu yang kontroversial itu mengungkap rencana pascaperang di Gaza setelah Israel kecolongan pada 7 Oktober 2023.

Sayangnya, Netanyahu mengungkap rencana pascaperang yang samar setelah Jalur Gaza digempur habis-habisan oleh pasukan IDF.

Dalam pidato yang berlangsung sekitar satu jam dan disela berulang kali oleh tepuk tangan, Netanyahu berusaha untuk meningkatkan dukungan AS bagi Israel.

Baca Juga: Hamas Tanggapi Pidato Netanyahu di Kongres AS, Sebut Perdana Menteri Israel Tak Ingin Gencatan Senjata

Khususnya pasokan senjata dalam menghadapi kecaman internasional yang semakin meningkat setelah lebih dari sembilan bulan genosida di Jalur Gaza.

"Mempercepat bantuan militer AS dapat secara dramatis mempercepat berakhirnya perang di Gaza dan membantu mencegah perang yang lebih luas di Timur Tengah," kata Netanyahu dalam pidatonya pada 24 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Ia mengatakan Israel secara aktif terlibat dalam upaya intensif untuk mengamankan pembebasan para sandera.

Netanyahu mengatakan visinya pascaperang adalah Gaza yang didemiliterisasi dan dideradikalisasi yang dipimpin oleh orang-orang Palestina yang tidak berusaha menghancurkan Israel.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Undang Dai Muhammadiyah Dukung Palestina

Pejabat AS telah berulang kali mendesak Netanyahu untuk mengajukan rencana pascaperang untuk Gaza.

Netanyahu mengatakan Israel tidak akan membiarkan Hamas kembali berkuasa tetapi juga tidak akan menerima Otoritas Palestina, yang mengelola sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki, untuk berperan.

Di saat yang bersamaan, pidato Netanyahu itu disambut pengunjuk rasa anti-Israel di luar gedung Kongres.

Netanyahu kemudian menyalahkan Iran karena telah mendukung gerakan Perlawanan Palestina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X