SENAYANPOST - Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah menegaskan bahwa rakyat Palestina di Gaza masih terus menjadi korban agresi dan genosida Israel penjajah.
Pidato yang disampaikan Abu Ubaidah ini tepat pada 1 Muharram 1446 H atau hari ke-275 genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Lebih lanjut, Abu Ubaidah menerangkan bahwa kejahatan pendudukan Israel terus meningkat di tengah operasi Badai Al Aqsa yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023.
"Rakyat kami masih menjadi sasaran agresi dan genosida sebagai hukuman atas kepatuhan mereka terhadap tanah mereka," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya pada 7 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari situs resmi Brigade Al Qassam.
Baca Juga: DPR Jerman Larang Simbol Segitiga Merah Hamas, Ternyata Ini Alasannya
Sebagaimana diketahui, Israel tidak hanya melakukan agresi di Gaza.
Tepi Barat pun kian memanas di mana Tel Aviv terus-menerus melakukan pencaplokan wilayah dan menyita rumah penduduk Palestina.
"Kejahatan pendudukan telah mencapai puncaknya dengan pembersihan dan pemusnahan sistematis di Tepi Barat, Yerusalem, dan Jalur Gaza," ungkapnya.
Israel penjajah sering menuduh Hamas dan gerakan Perlawanan Palestina lainnya menggunakan warga sipil sebagai tameng.
Baca Juga: معنى السنة الإسلامية الجديدة لتعزيز القومية
Namun faktanya Israel lah yang melakukan hal tersebut secara terang-terangan.
"Di mana tentara pendudukan menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia, mengebom rumah-rumah, dan melanggar rumah sakit dan sekolah-sekolah, dan bahwa mujahidin kami telah berperang selama 9 bulan dan menghancurkan tentara musuh yang didukung oleh Amerika," bebernya.
Abu Ubaidah menegaskan kepada musuh Israel dan sekutunya Amerika Serikat bahwa tentara mereka tidak memiliki tempat di Jalur Gaza.
"Inilah ucapan mujahidin kita kepada musuh setiap hari: 'Tidak ada tempat bagi kalian di Gaza yang sombong, tidak bagi kapal tanker Tiger, tidak bagi tentara bayaran yang dilengkapi dengan teknologi militer terkini, tidak bagi tentara bayaran yang berjuang untuk mendapatkan bayaran di sebuah negara," tegasnya.
Artikel Terkait
Hamas Ajukan Usulan Baru Terkait Gencatan Senjata di Gaza pada Tiga Mediator
Hamas dan Hizbullah Bahas Perkembangan Pertempuran Gencatan Senjata dengan Israel
Politbiro Hamas Terima Tokoh Marxisme Palestina
Arab Saudi Dukung Otoritas Palestina Memerintah di Gaza, Hamas Justru Bilang Begini
DPR Jerman Larang Simbol Segitiga Merah Hamas, Ternyata Ini Alasannya