Hamas Ajukan Usulan Baru Terkait Gencatan Senjata di Gaza pada Tiga Mediator

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 4 Juli 2024 | 20:15 WIB
Hamas mewakili Faksi Perlawanan Palestina ajukan ide baru untuk gencatan senjata di Gaza kepada para mediator. (t.me/hamas.ps)
Hamas mewakili Faksi Perlawanan Palestina ajukan ide baru untuk gencatan senjata di Gaza kepada para mediator. (t.me/hamas.ps)
 

SENAYANPOST - Hamas belum lama ini sampaikan usulan baru tentang gencatan senjata di Gaza kepada para mediator.

Di saat yang bersamaan, usulan baru Hamas yang mewakili Faksi Perlawanan Palestina sedang dipelajari oleh para pejabat Israel.

Sebagaimana diketahui, Israel masih terus melakukan agresi brutalnya kepada rakyat Palestina di Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengadakan pertemuan kabinet keamanannya pada hari Kamis untuk membahas proposal terbaru dari Hamas, sumber yang tidak disebutkan namanya di kantornya mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Baca Juga: Ismail Haniye atau Yahya Sinwar, Siapa Penguasa Hamas Sebenarnya ?

Hamas pada hari Rabu mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan 'gagasan' baru kepada mediator Qatar, Mesir, dan Turki tentang cara mencapai gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tawanan.

Israel mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang 'mengevaluasi' 'komentar' Hamas, yang tidak dijelaskan secara rinci.

Perkembangan tersebut terjadi saat Israel menggempur Khan Younis selatan, kota terbesar kedua di Gaza, tempat Israel memerintahkan sekitar 250.000 warga Palestina untuk melarikan diri, menewaskan sedikitnya tujuh orang dalam serangan udara di dekat rumah sakit utamanya.

Negosiasi yang Lama Terhenti

Dengan jumlah korban tewas di Gaza mendekati 38.000 dan kondisi yang memburuk setiap hari bagi penduduknya.

Baca Juga: Bohongi Iran, Politbiro Hamas Tidak Memindahkan Kantornya ke Baghdad Irak

Baik Israel maupun Hamas berada di bawah tekanan internasional yang meningkat untuk mencapai gencatan senjata, yang terbaru berdasarkan rencana yang didukung PBB yang digariskan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada bulan Mei.

Namun, interpretasi yang saling bertentangan dari kesepakatan itu, yang memecah penghentian permusuhan dan pertukaran tawanan menjadi tiga tahap, telah membuat negosiasi terhenti.

Sementara AS bersikeras Israel mendukung kesepakatan itu, Perdana Menteri Netanyahu telah berulang kali mempertanyakannya, berjanji untuk tidak mengakhiri perang sampai Hamas 'dibasmi'.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X