Dengan teknologi militer dan keamanan Israel yang canggih seharusnya bisa lebih cepat ditemukan.
Salah satu terowongan ditemukan hanya 400 meter dari penyeberangan Erez, yang hingga serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober memfasilitasi pergerakan warga sipil Palestina ke Israel untuk bekerja dan mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: AS Usulkan Revisi Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Klaim Joe Biden Gagal Bujuk Israel Penjajah
Israel juga mengklaim ini adalah terowongan terbesar yang ditemukan di Gaza.
"Terowongan terbesar yang kami temukan di Gaza… yang dimaksudkan untuk menargetkan penyeberangan (Erez)," kata juru bicara IDF Daniel Hagari sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Reuters pada 18 Desember 2023.
"Jutaan dolar diinvestasikan dalam terowongan ini. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun terowongan ini... Kendaraan dapat melewatinya," tambahnya.
Terowongan tersebut telah menjadi tantangan bagi para insinyur Israel, karena khawatir jaringan tersebut dapat menyembunyikan sandera yang ditahan oleh Hamas.
Hal ini telah memperlambat serangan yang menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil Palestina dan telah membuat khawatir negara-negara dunia.
Baca Juga: Beda dari Klaim AS, Netanyahu Bakal Terus Perangi Hamas di Gaza
Sehari setelah penemuan IDF, sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam merilis sebuah video menanggapi temuan terowongan tersebut.
"Anda datang terlambat… misi telah selesai," kata video tersebut dalam bahasa Arab, Ibrani, dan Inggris pada 18 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Hamas menjelaskan, terowongan tersebut digali semata-mata untuk tujuan melaksanakan Operasi Badai Al Aqsa yang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Sebulan kemudian, IDF mencoba untuk memetakan seberapa besar jaringan terowongan yang dimiliki oleh Hamas.
Baca Juga: Teks Lengkap Jawaban Hamas soal Gencatan Senjata di Gaza kepada Israel Penjajah
Pejabat senior pertahanan Israel kini menilai bahwa jaringan terowongan Hamas di Gaza memiliki panjang antara 563 kilometer dan 724 kilometer, jauh lebih panjang dari perkiraan sebelumnya, menurut sebuah laporan pada hari Selasa, 16 Januari 2024.
Artikel Terkait
Cek Fakta: Anies Baswedan Klaim Kemenhan Beli Alutsista Bekas Rp700 T, Benarkah?
Beda dari Klaim AS, Netanyahu Bakal Terus Perangi Hamas di Gaza
AS Usulkan Revisi Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Klaim Joe Biden Gagal Bujuk Israel Penjajah
Cek Fakta: Benarkah Tiga Anak Ismail Haniyeh Hidup Mewah di Turki?
Cek Fakta: Benarkah Hamas Izinkan Pembangunan Dermaga Buatan di Gaza?