SENAYANPOST - Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah kembali mengirim video peringatan kepada Israel penjajah belum lama ini.
Beberapa bulan terakhir terjadi eskalasi di perbatasan Israel dan Lebanon dan tidak sedikit pengamat militer akan terjadi perang besar di antara keduanya.
Dalam video yang berjudul 'Kepada yang Terhormat', Hizbullah menunjukkan beberapa lokasi penting yang dimiliki Israel dan kemungkinan akan menyerang tempat-tempat tersebut setelah negara Zionis ini memutuskan untuk perang.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Cradle, video tersebut dimulai dengan klip dari pidato terakhir pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, di mana ia memperingatkan bahwa perlawanan Lebanon akan berperang 'tanpa batas, aturan, atau pengekangan' jika Israel melancarkan perang melawan Lebanon.
Baca Juga: Israel Kecolongan, Drone Hizbullah Terbang di Langit Haifa
Kemudian, video tersebut menampilkan sejumlah target di seluruh Israel.
Target tersebut mencakup beberapa target sensitif di Haifa, pelabuhan Ashdod, pembangkit listrik Hadera, Bandara Militer Ramat David di Afula, Bandara Pengrion, pangkalan udara Nevatim, kilang minyak di pesisir, dan Pusat Penelitian di Reaktor Nuklir Dimona.
Klip tersebut juga memperlihatkan Kompleks HaKirya, yang mencakup markas besar Kementerian Keamanan Israel dan Staf Umum.
Ini memunculkan kekhawatiran yang terus meningkat di Israel karena Tel Aviv mengancam akan memperluas serangan ke Lebanon.
Pada tanggal 22 Juni, pensiunan jenderal Israel Yitzhak Brik mengatakan bahwa mendeklarasikan perang terhadap Lebanon berarti 'bunuh diri massal bagi Israel'.
Baca Juga: Hizbullah Ultimatum Israel Penjajah, Hassan Nasrallah: Mereka yang Seharusnya Takut
Klip baru itu muncul hanya beberapa hari setelah Hizbullah merilis rekaman video berdurasi sembilan menit yang direkam oleh pesawat nirawaknya.
"...apa yang dibawa pulang burung hoopoe," yang memperlihatkan beberapa lokasi sensitif di utara Israel, yaitu pelabuhan Haifa dan kapal perang serta lokasi militer di sekitarnya.
Video itu juga memperlihatkan bangunan milik perusahaan teknologi pertahanan Rafael Israel di utara Haifa, tempat rudal pertahanan udara untuk sistem Iron Dome dan David's Sling diproduksi, dirakit, dan disimpan.
Artikel Terkait
Hizbullah dan Hamas Kecam Serangan AS dan Inggris ke Yaman, Bagaimana dengan Arab Saudi?
Pimpinan Hizbullah Sebut Tentara Penjajah Israel Kelelahan: Jumlah Korbannya Sangat Besar
Apakah Perang Besar akan Terjadi antara Israel dan Hizbullah?
Hizbullah Ultimatum Israel Penjajah, Hassan Nasrallah: Mereka yang Seharusnya Takut
Israel Kecolongan, Drone Hizbullah Terbang di Langit Haifa