SENAYANPOST - Israel dan Hizbullah digadang-gadang akan perang besar setelah delapan bulan genosida di Gaza, Palestina.
Sejak Operasi Badai Al Aqsa yang diinisiasi oleh Faksi Perlawanan Palestina, Hizbullah dari Lebanon aktif membantu dengan membombardir Israel bagian utara.
Dalam beberapa minggu terakhir, operasi militer Hizbullah semakin intens di Israel utara yang membuat sebagian dari wilayah perbatasan mengalami kebakaran hebat.
Apakah Israel dan Hizbullah akan meningkatkan eskalasi perang seperti tahun 2006? Simak penjelasannya di bawah ini.
Baca Juga: Pimpinan Hizbullah Sebut Tentara Penjajah Israel Kelelahan: Jumlah Korbannya Sangat Besar
Alasan Hizbullah dan Israel Berselisih
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Jazeera, setelah pendudukan Lebanon berakhir, hubungan Israel dan Hizbullah tetap tegang.
Israel menanggapi dengan melancarkan perang di Lebanon, mencapai ibu kota Beirut.
Di sana, Israel menggunakan Doktrin Dahiya dinamai berdasarkan wilayah Beirut yang dikuasai Hizbullah yang mengharuskan penargetan infrastruktur sipil.
Perang berlangsung selama 34 hari, menewaskan 1.901 warga Lebanon dan membuat 900.000 orang mengungsi.
Baca Juga: Hizbullah dan Hamas Kecam Serangan AS dan Inggris ke Yaman, Bagaimana dengan Arab Saudi?
Sekitar 165 warga Israel tewas. Namun, Hizbullah tidak hancur.
Kelompok tersebut sejak itu telah mengumpulkan senjata dan pengalaman yang lebih canggih saat bertempur bersama pemerintah Suriah selama perang di negara itu, di mana mereka dituduh melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil Suriah.
Peristiwa Selama Operasi Badai Al Aqsa
Artikel Terkait
Tanggapan Resmi Hizbullah Atas Syahidnya Petinggi Hamas Saleh Al Rouri, Kirim 62 Rudal ke Kawasan Militer Meron
Alasan Hizbullah Serang Pangkalan Militer Israel Meron, Punya Peran Strategis?
Hizbullah Bantah Salah Satu Petinggi Militernya Tewas, IDF Justru Bilang Begini
Hizbullah dan Hamas Kecam Serangan AS dan Inggris ke Yaman, Bagaimana dengan Arab Saudi?
Pimpinan Hizbullah Sebut Tentara Penjajah Israel Kelelahan: Jumlah Korbannya Sangat Besar