Investigasi Awal Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 21 Mei 2024 | 19:06 WIB
Berikut hasil investigasi awal kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan rombongan di dekat Azerbaijan. (X.com/@SuppressedNws)
Berikut hasil investigasi awal kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan rombongan di dekat Azerbaijan. (X.com/@SuppressedNws)

SENAYANPOST - Terungkap investigasi awal kecelakaan helikopter dekat Azerbaijan yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan rombongan pada Minggu, 19 Mei 2024.

Dalam hasil investigasi tersebut, terungkap bahwa tidak ada sinyal di helikopter yang ditumpangi oleh Presiden Raisi termasuk Menlu Hossein Amirabdollahian setelah lawatan ke Azerbaijan.

Hasil investigasi awal ini diungkap oleh Menteri Transportasi Turki, Abdulkadir Uraloglu kepada wartawan.

"Tapi sayangnya, (kami pikir) kemungkinan besar sistem sinyalnya dimatikan atau helikopter tidak memiliki sistem sinyal itu karena sinyal itu pasti akan melihat sinyal itu, tapi ternyata tidak," kata Abduladir Uraloglu pada 21 Mei 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Uraloglu mengatakan kepada wartawan bahwa karena Iran termasuk dalam wilayah tanggung jawab Turki untuk tanggap darurat, pihak berwenang telah memeriksa sinyal dari helikopter setelah mendengar berita bahwa helikopter tersebut jatuh.

Baca Juga: Fakta Menarik Bell 212, Helikopter yang Digunakan Presiden Iran Ebrahim Raisi Sebelum Akhirnya Kecelakaan

Sebagaimana diketahui, terjadi kecelakaan helikopter pada Minggu, 20 Mei 2024 yang melibatkan Presiden Ebrahim Raisi dan rombongan.

Puing-puing helikopter yang hangus ditemukan pada Senin pagi setelah pencarian semalaman di tengah badai salju.

Belum lama ini, Iran menetapkan lima hari berkabung atas tewasnya petinggi pemerintahan.

Kematian mendadak Raisi membuat Mohammad Mokhber yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden maju sebagai presiden sementara sambil menunggu diadakannya pemilu.

Sampai negara itu mengadakan pemilu pada bulan Juni, Mohammad Mokhber akan memerintah negara itu sebagai presiden sementara, dan Ali Bagheri Kani akan menjabat sebagai menteri luar negeri.

"Peradilan, legislatif, dan eksekutif saat ini dikendalikan oleh kelompok konservatif sayap kanan di Iran," Reza H Akbari, manajer program Timur Tengah dan Afrika Utara di Institute for War and Peace Reporting, mengatakan kepada Al Jazeera.

Baca Juga: Hamas Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Rombongan Presiden Iran Ebrahim Raisi

"Jadi beberapa analis yakin kematian Raisi mungkin membuka ruang bagi (kandidat) konservatif tradisional untuk mencoba menduduki jabatan kepresidenan,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X