Komentar Warga Gaza soal Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Tiga Petinggi Hamas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 21 Mei 2024 | 16:09 WIB
Begini komentar warga Gaza setelah ICC terbitkan surat penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel dan Hamas. (Twitter.com/@UNRWA)
Begini komentar warga Gaza setelah ICC terbitkan surat penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel dan Hamas. (Twitter.com/@UNRWA)

SENAYANPOST - Warga Jalur Gaza memberikan komentar terkait keputusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang mengeluarkan surat penangkapan terhadap tiga petinggi Hamas.

Secara khusus warga Gaza tak terima ketiga petinggi tersebut disamakan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant yang terang-terangan melakukan kejahatan perang selama hampir delapan bulan terakhir ini.

Tidak hanya itu, warga Gaza juga menilai ICC terlambat menangani krisis kemanusiaan dan kejahatan perang yang saat ini sedang berlangsung.

Diketahui. tiga petinggi Hamas yang disebut dalam surat penangkapan ICC tersebut adalah Ismail Haniyeh, Muhammad Deif, dan Yahya Sinwar.

Baca Juga: Jaksa ICC Rilis Surat Penangkapan Benjamin Netanyahu dan Tiga Petinggi Hamas Atas Kejahatan Perang di Gaza

"Dunia ini tidak adil, mereka melihat dengan satu mata. Bisa-bisanya mereka menyamakan antara kita dan penjajah?" kata Um Samed, ibu dari enam anak yang mengungsi akibat perang antar lingkungan berbeda di Kota Gaza sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Reuters pada 21 Mei 2024.

"Apakah Hamas menggunakan pesawat untuk mengebom Tel Aviv? Apakah mereka membunuh 35.000 orang dan masih ribuan lainnya hilang? Ini gila," lanjutnya.

Warga Kota Gaza lainnya, Mohammad Farouq, 25 tahun, mengatakan bahwa ICC meminta surat perintah penangkapan terhadap Deif bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant adalah sebuah lelucon.

"Biarkan mereka menangkap Netanyahu dan Gallant, yang merupakan perjalanan pertama mereka dari banyak perjalanan ke luar negeri. Dan jika mereka bisa datang ke Gaza untuk menangkap Deif, yang tidak pernah pergi dan sibuk melawan pendudukan, biarkan mereka melakukannya," katanya.

Baca Juga: Menteri Kabinet Perang Israel Ultimatum Netanyahu soal Rencana Pascaperang di Gaza, Benny Gantz: Kalau Tidak...

Genosida di Gaza dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Bentrokan antara pasukan Perlawanan Palestina dan Israel itu setidaknya menewaskan sekitar 1.200 orang dan lebih dari 250 orang disandera, menurut penghitungan Israel.

Setidaknya 35.000 lebih warga Palestina telah syahid sejak saat itu, menurut kementerian kesehatan setempat.

Genosida ini membuat sebagian besar penduduknya yang berjumlah 2,3 juta orang mengungsi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X