Benjamin Netanyahu Ketar-ketir, ICC Diduga Bakal Rilis Surat Penangkapan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 28 April 2024 | 16:38 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampak ketar-ketir, ICC kabarnya akan keluarkan Surat Penangkapan atas kasus genosida di Gaza. (Twitter.com/@IsraeliPM)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampak ketar-ketir, ICC kabarnya akan keluarkan Surat Penangkapan atas kasus genosida di Gaza. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dikabarkan ketar-ketir karena salah satu media Zionis mengabarkan Pengadilan Kriminal Internasional atau ICC akan mengeluarkan Surat Penangkapan terhadap dirinya.

Media Israel Maariv menjelaskan bahwa Netanyahu dalam beberapa hari terakhir ini intens menghubungi pihak Amerika Serikat (AS) untuk mencegah ICC mengeluarkan surat penangkapan.

Kemungkinan, surat penangkapan ini dikeluarkan ICC kepada Netanyahu terkait kejahatan perang genosida yang dilakukannya di Gaza dalam enam bulan terakhir.

Surat penangkapan tersebut tidak menutup kemungkinan ditujukan juga kepada menteri-menteri yang ada di kabinet Netanyahu saat ini.

Baca Juga: Abu Ubaidah Roasting Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu: Wahai Nazi Arogan!

"Pengeluaran surat perintah penangkapan tidak bisa dihindari dan mungkin berdampak tidak hanya pada Netanyahu, tapi juga Menteri Keamanan dan Kepala Staf," bunyi sumber tersebut sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English pada 28 April 2024.

Awal pekan ini, Jenderal Cadangan Israel Itzhak Brik mengatakan dalam sebuah opini yang diterbitkan oleh surat kabar Israel Maariv bahwa negara Zionis itu harus segera menghentikan perang.

"Israel harus menyatakan berakhirnya perang karena mereka benar-benar kalah," tulisnya.

Dia menambahkan, sirkus sebenarnya yang membahayakan pendudukan adalah koalisi Netanyahu, Gantz, Gallant, dan Halevi.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu Tanggapi Protes Mahasiswa AS soal Genosida di Gaza: Memalukan!

Mengenai rencana Israel untuk menyerang Rafah, Brik berkomentar bahwa penjajah Israel tidak dapat sepenuhnya mengalahkan Hamas, dan serangan militer di Rafah tidak akan memperbaiki peluangnya.

Dia menggarisbawahi kekalahan Israel saat ini.

"Kami benar-benar kalah, seandainya Anda belum memahaminya," kata Brik.

Mengecam Netanyahu, Jenderal Cadangan tersebut mengatakan bahwa Perdana Menteri lebih tertarik pada pemerintahan daripada perang.

"Memanfaatkan tekanan dari (Menteri Keuangan Israel Bezalel) Smotrich dan (Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar) Ben-Gvir," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X