200 Hari Pertempuran Israel-Palestina, Abu Ubaidah Kirim Pesan Khusus untuk Netanyahu

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 24 April 2024 | 13:23 WIB
Juru bicara militer Hamas, Abu Ubaidah kirim pesan khusus untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah 200 hari genosida di Gaza. (t.me/qassambrigades)
Juru bicara militer Hamas, Abu Ubaidah kirim pesan khusus untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah 200 hari genosida di Gaza. (t.me/qassambrigades)

SENAYANPOST - Abu Ubaidah juru bicara sayap militer Hamas menyampaikan pesan khusus untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pidato terbarunya di hari ke-200 genosida di Gaza, Abu Ubaidah menegaskan bahwa apa pun yang dilakukan Netanyahu tidak akan memperbaiki citranya di depan dunia.

Lebih lanjut, Abu Ubaidah juga mengatakan bahwa Perlawanan Palestina akan tetap teguh memberikan pukulan kepada penjajah Israel.

"Kematian Anda, akhir dari pendudukan Anda, dan kejatuhan Anda adalah takdir Anda, dan tangisan Anda di depan dunia tidak akan membantu mengubah citra Anda," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya pada 23 April 2024, menandakan 200 hari genosida di Gaza.

Juru bicara Brigade Al Qassam juga menjelaskan bahwa penjajah Israel berusaha untuk memanipulasi dunia dengan menyebarkan berita bohong.

Baca Juga: Pidato Terbaru Abu Ubaidah, Juru Bicara Militer Hamas Sebut Israel Gagal Capai Apa pun dalam 200 Hari

Berita bohong yang dimaksud adalah Perlawanan Palestina telah dikalahkan oleh tentara penjajah Israel.

"200 hari dan perlawanan kami di Gaza sekuat pegunungan Palestina," tegasnya.

Menurut Abu Ubaidah, setelah 200 hari genosida di Gaza, penjajah Israel gagal mencapai tujuan apa pun di daerah kantong tersebut.

"Pasukan pendudukan berusaha meyakinkan dunia bahwa mereka telah melenyapkan semua faksi perlawanan, dan ini adalah kebohongan besar," terangnya.

Yang tersisa untuk penjajah Israel hanya lebih banyak kemarahan, balas dendam, dan aib.

Baca Juga: 200 Hari Genosida di Gaza, AS Sebut Hamas Ubah Tujuan Negosiasi Gencatan Senjata

"Musuh tidak mampu, dalam 200 hari, untuk mencapai apa pun selain pembantaian massal, penghancuran, dan pembunuhan. Musuh masih terjebak di pasir Gaza, dan yang akan dituainya hanyalah lebih banyak kemarahan, balas dendam, dan aib," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Abu Ubaidah juga memuji beberapa front yang mendukung perlawanan rakyat Palestina di Gaza sejak awal perang pada Oktober 2023.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Dampak Perpecahan Gerakan Hamas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Qassam

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X