IRAN; KEKUATAN REGIONAL YANG DIKUCILKAN ?

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Senin, 22 April 2024 | 00:29 WIB
Dr As'ad Said Ali
Dr As'ad Said Ali

Paska Shah Iran, eskpor Revolusi dianggap menjadi ancaman bagi negara-negara Arab khususnya Arab Saudi. Kecuali di Syria dan Libanon, di mana masyarakat Shiah cukup besar, sehingga pengaruh politik Iran cukup kuat terutama sejak konflik internal Libanon. Di Libanon, Iran berhasil menjadikan ormas Shiah Hizbullah berkembang menjadi partai politiik terbesar dan juga milisi terkuat di Libanon. Sejak awal konflik internal Libanon yang baru berakhir pd 1999 dalam perundingan di Thaif atas prakarsa Arab Saudi, Libanon dan Syria menjadi sekutu Iran.

 

Iran juga membangun kekuatan politik di Gaza Palestina melalui penguatan Hamas dengan dana, pelatihan  militer dan persenjataan modern. Bahkan Iran juga dalam sepuluh tahun terakhir, mengendalikan Yaman terutama melalui pembentukan milisi Houti. Secara de fakto, Iran telah menjadi ‘kekuatan regional Timur Tengah,’ hanya tidak mendapat apresiasi secara regional.

 

Serangan Israel ke kantor kedutaan besar Iran di Damaskus Syria, dimaksudkan untuk mempermalukan dan sekaligus manghancurkan reputasi politik Iran yang secara potensial menjadi ancaman terhadap politik luar negeri Israel. Dengan bantuan presiden AS, Donald Trump, Israel hampir berhasil menggiring sejumlah negara-negara Arab membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

 

Kini Iran secara defakto telah menjadi salah satu kekuatan regional kawasan Timur Tengah dan Teluk Persia (Asia Barat). Konflik Arab - Israel tidak akan selesai kecuali melibatkan Iran ke dalam perundingan damai, tentu saja bersama dengan kekuatan regional lainnya khususnya Mesir dan Arab Saudi. Salah satu kunci solusi damai konflik Arab-Israel adalah penyelesaian dataran tinggi Golan  milik Syria yang masih diduduki Israel, di mana hanya Iran yang bisa didengar oleh rezim Bashar Assad.

 

Demikian juga, Hamas dan Hizbullah, bisa berdamai dengan Israel kalau Iran sebagai pendukung militer dan keuangan Hamas dan Hizbullah, bersedia membujuk kedua milisi yang sangat diperhitungkan oleh Israel tersebut. Demikian juga milisi Houti binaan Iran di Yaman, sejauh ini mampu menciptakan destabilitas di Arab Saudi dan perairan selat Bab El Mandab yang menjadi pintu masuk dari Samudera Hindia ke Laut Merah, lanjut ke Terusan Suez dan Laut Putih Mediterania.

 

Dapat ditambahkan bahwa sejak era Shah Iran, bangsa Iran (Persia) yang termasuk ras Arya seperti  halnya Jerman, sehingga tidak heran  mempunyai skill tekonolgi dan militer yang tinggi. Intelijen Iran, merupakan salah satu intelijen terbaik di dunia.

 

Sebagian besar warganya mengikuti aliran Shiah Itsna Atsari (Imam Dua Belas), sekitar 10 persen penduduknya yang hidup di propinsi Kuzistan yang mengikuti Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan mereka bukan termasuk bangsa Persia, tetapi kerurunan Arab dan Asia Tengah.

 

Sabagai catatan kecil; di Arab Saudi saya tidak pernah mendengar lantunan syair dalam kasidah Barzanji “Ya Nabi Jaddal Husaini,“ kalau kita melantunkannya  di Jeddah misalnya kita langsung dituduh Shiah, padahal kalimat tersebut lebih dekat ke aspek budaya, bukan aqidah, sehingga  kalau di Indonesia tidak masalah .

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X