"Fakta bahwa resolusi ini tidak disahkan tidak akan mematahkan keinginan kami dan tidak akan menggagalkan tekad kami. Kami tidak akan berhenti dalam upaya kami," kata Riyad Mansour.
Dorongan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB terjadi enam bulan setelah perang antara Israel dan militan Palestina Hamas di Jalur Gaza, dan ketika Israel memperluas permukiman di Tepi Barat yang diduduki, yang dianggap ilegal oleh PBB.
Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz memuji Amerika Serikat yang melakukan hak veto.
Saat berbicara kepada 12 anggota Dewan Keamanan PBB yang mendukung rancangan resolusi tersebut, Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengatakan sangat menyedihkan.
"Sangat menyedihkan karena suara Anda hanya akan semakin menguatkan penolakan warga Palestina dan membuat perdamaian menjadi hampir mustahil," kata Gilad Erdan.***
Artikel Terkait
Sikap Bersama Australia dan ASEAN Terkait Konflik di Gaza, Desak Gencatan Senjata antara Penjajah Israel dan Pejuang Palestina
Masuk Bulan Ramadhan, MUI Imbau Boikot Produk Penjajah Israel: Agar Tidak Menyerang Lagi Palestina
AS Bakal Bangun Pelabuhan Sementara di Gaza Salurkan Bantuan Kemanusiaan, Kelompok Perlawanan Palestina Justru Bilang Begini
Contoh Khutbah Jumat Tema Ramadhan dan Solidaritas untuk Palestina
Mewujudkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Palestina