Hamas Bantah Klaim Al Arabiya soal Gencatan Senjata di Gaza dengan Penjajah Israel

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 14 Maret 2024 | 19:37 WIB
Hamas bantah klaim televisi swasta Al Arabiya terkait kesepakatan gencatan senjata di Gaza dengan penjajah Israel. (t.me/HamasOnline)
Hamas bantah klaim televisi swasta Al Arabiya terkait kesepakatan gencatan senjata di Gaza dengan penjajah Israel. (t.me/HamasOnline)

SENAYANPOST - Hamas baru-baru ini keluarkan pernyataan terkait klaim salah satu media swasta Arab Saudi terkait gencatan senjata di Gaza dengan penjajah Israel.

Dalam pernyataan resminya, Hamas membantah telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan penjajah Israel di Gaza, Palestina.

Lebih lanjut, Hamas menerangkan bahwa proses negosiasi proposal gencatan senjata di Gaza masih berlangsung.

Sebagaimana diketahui, Hamas mewakili faksi-faksi Perlawanan Palestina dalam negosiasi gencatan senjata ini.

"Tidak ada kebenaran atas berita yang diterbitkan oleh saluran Al Arabiya yang dikaitkan dengan (sumber senior Hamas) tentang gerakan tersebut menerima tawaran internasional untuk perpanjangan gencatan senjata di Gaza dan pemulangan pengungsi secara bertahap," bunyi pernyataan resmi Hamas pada 13 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Baca Juga: Penjajah Israel 'Ogah-ogahan' Gencatan Senjata di Gaza, Ismail Haniyeh Sebut Hamas Siap Capai Kesepakatan

Pernyataan tersebut juga menjelaskan bahwa belum ada delegasi ke Kairo, Mesir untuk membahas rincian kesepakatan gencatan senjata tersebut.

"Atau sebuah delegasi menuju ke Kairo untuk membahas rinciannya," tambahnya.

Oleh karena itu, Hamas mengimbau kepada media untuk memastikan keakuratan berita terkait gencatan senjata.

"Kami meminta media untuk memastikan keakuratan dan kredibilitas dalam memberitakan berita dan tidak memanipulasi perasaan masyarakat kami yang terkena agresi Zionis dan perang pemusnahan Nazi," tambah pernyataan itu.

Sementara itu, dalam laporannya, Al Arabiya mengaku mengutip dari salah seorang pejabat senior Hamas.

Baca Juga: Petinggi Senior Hamas Marwan Issa Dikabarkan Syahid di Gaza, Ini Kata Pejabat Militer Israel

Hamas bersikeras bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata dalam perang dengan Israel akan berujung pada berakhirnya perang secara permanen, pembebasan warga Palestina yang ditawan di penjara-penjara Israel, kembalinya warga Gaza yang terlantar ke rumah mereka, dan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Di lain pihak, Israel dan AS menuntut Hamas menerima gencatan senjata sementara selama enam minggu dan membebaskan warga Israel yang ditawan di Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X