Hamas Tawarkan Gencatan Senjata 3 Tahap dalam 135 Hari ke Israel, Begini Isinya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 8 Februari 2024 | 12:47 WIB
Ilustrasi, Hamas dan faksi Perlawanan Palestina tawarkan gencatan senjata dalam tiga tahap berikut dengan pertukaran tawanan kepada Israel. (Pexels.com/Mohammed Abubakr )
Ilustrasi, Hamas dan faksi Perlawanan Palestina tawarkan gencatan senjata dalam tiga tahap berikut dengan pertukaran tawanan kepada Israel. (Pexels.com/Mohammed Abubakr )

SENAYANPOST - Hamas dan faksi Perlawanan Palestina akhirnya mengirimkan proposal gencatan senjata dan pertukaran tawanan kepada Israel.

Dalam proposal tersebut, Hamas menawarkan gencatan senjata dalam tiga tahap kepada Israel yang telah melakukan agresi brutal kepada rakyat Palestina di Gaza selama 125 hari.

Setidaknya hampir 28.000 orang syahid, 66.978 orang luka-luka sejak serangan 7 Oktober 2023.

Ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan dan diperkirakan ikut syahid dalam tragedi kemanusiaan ini.

Kekhawatiran warga terus meningkat di mana tentara Israel rencananya akan melakukan invasi darat di Rafah, di mana sekitar 1,4 juta pengungsi bertahan.

Baca Juga: Menlu AS Antony Blinken Kembali ke Timur Tengah, Warga Palestina Minta Gencatan Senjata Sebelum Israel Gempur Rafah

Berikut ini isi dari proposal gencatan senjata dan pertukaran tawanan Hamas dan faksi Perlawanan Palestina kepada Israel, sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Tahap Pertama

Dalam 45 hari pertama, Hamas mengusulkan untuk membebaskan semua tawanan perempuan Israel yang disandera kelompok tersebut pada 7 Oktober.

Tawanan laki-laki di bawah usia 19 tahun dan yang bukan anggota atau wajib militer di angkatan bersenjata Israel, orang tua dan orang sakit akan dibebaskan juga akan dirilis.

Tidak jelas berapa banyak dari lebih dari 100 tawanan yang diketahui masih hidup yang termasuk dalam kategori ini.

Sebagai imbalannya, Hamas ingin Israel membebaskan 1.500 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk semua wanita, anak-anak dan orang lanjut usia.

Baca Juga: Indonesia Membangun Perdamaian untuk Solusi Isu Palestina

Sekitar 5.200 warga Palestina berada di balik jeruji besi di Israel pada Oktober 2023, di antaranya 33 anak-anak dan 170 wanita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X