SENAYANPOST - Hamas dan faksi Perlawanan Palestina lainnya dikabarkan akan mengeluarkan keputusan terkait rencana gencatan senjata dan pertukaran tawanan dengan Israel.
Kabar ini didapat dari sumber resmi Hamas setelah beberapa waktu lalu para mediator menyampaikan proposal penawaran gencatan senjata dari Israel di Paris, Prancis.
Sumber tersebut mengatakan bahwa Hamas melakukan konsultasi akhir dengan faksi-faksi publik dan nasional untuk memutuskan apa yang terbaik bagi rakyat Palestina.
Lebih lanjut, sumber tersebut menekankan bahwa tujuan utama perundingan tersebut difokuskan untuk menghentikan agresi Israel, membangun kembali Gaza, dan membebaskan para tahanan.
Sebagaimana yang dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, Hamas juga membantah klaim penolakan proposal gencatan senjata oleh Perlawanan.
Hamas mendesak media berita untuk berhati-hati dalam menyampaikan narasi Israel yang bertujuan membingungkan masyarakat Palestina.
Sementara itu, beberapa media Israel sempat memberitakan bahwa Hamas menerima kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan.
Dalam wawancara beberapa waktu lalu, pejabat tinggi Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) berbicara dengan Al Mayadeen dalam wawancara langsung yang disiarkan televisi untuk membahas perkembangan terkini mengenai perjanjian gencatan senjata yang dimediasi dengan Israel.
Baca Juga: 120 Hari Perang, Hamas dan Jihad Islam Palestina Bahas Operasi Badai Al Aqsa
Ali Baraka, kepala Departemen Hubungan Nasional Luar Negeri Hamas, mengatakan gerakan tersebut sedang melakukan konsultasi internal dan eksternal dengan faksi Perlawanan lainnya mengenai kesepakatan yang diantisipasi.
Pejabat itu mengatakan tanggapan Hamas terhadap kesepakatan yang baru-baru ini diajukan oleh para mediator akan memerlukan waktu untuk perumusan dan penyelesaian.
"Persyaratan kami mencakup gencatan senjata, pembukaan penyeberangan Rafah, komitmen internasional Arab untuk membangun kembali (Jalur Gaza), dan pembebasan tahanan atas dasar semua untuk semua," kata Ali Baraka.
Patut dicatat bahwa istilah 'semua untuk semua' mengacu pada pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel, sebagai imbalan atas pembebasan tawanan Israel yang ditahan oleh Perlawanan di Gaza.
Artikel Terkait
Hamas dan Jihad Islam Palestina soal Gencatan Senjata: Kami Ingin Jaminan Arab dan Dunia Internasional
Hamas Pertimbangkan Tawaran Israel soal Gencatan Senjata Tiga Tahap
120 Hari Perang, Hamas dan Jihad Islam Palestina Bahas Operasi Badai Al Aqsa
Media AS Klaim Gencatan Senjata Tertunda Gegara Konflik Internal Hamas, Begini Kata Pengamat Politik Israel
Koalisi Kabinet Retak, PM Israel Benjamin Netanyahu Belum Siap Tukar Tawanan dengan Hamas