"Israel bertindak melawan semua warga Israel yang melanggar hukum, di mana pun. Oleh karena itu, tindakan luar biasa tidak diperlukan," bunyi pernyataan resmi PM Israel.
Dilaporkan dari Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, Charles Stratford dari Al Jazeera mengutip pernyataan warga Palestina bahwa pemerintah Israel tidak meminta pertanggungjawaban pemukim atas serangan tersebut.
"Dalam banyak sekali insiden, kami melihat pemukim bertindak dengan dukungan diam-diam atau dukungan fisik nyata dari militer Israel dalam serangan ini," kata Stratford.
Baca Juga: Khawatir Kalah Pemilu AS, Joe Biden Ogah Dukung Netanyahu Perang Panjang di Palestina
Pengumuman ini muncul ketika pemerintahan Biden terus berupaya untuk mendapatkan bantuan tambahan sebesar 14 miliar dolar AS kepada pemerintah Israel, yang pasukannya sering mendampingi dan melindungi pemukim selama serangan mereka terhadap warga Palestina.
Pemerintah Israel jarang mengadili tersangka kekerasan terhadap warga Palestina.
Bulan lalu, pemukim Israel dan seorang petugas polisi yang sedang tidak bertugas menembak mati Tawfiq Ajaq, warga Palestina-Amerika berusia 17 tahun di Tepi Barat.***
Artikel Terkait
Intelijen AS Ungkap Perkiraan Jumlah Korban di Pihak Hamas Selama Perang dengan Israel
Hamas Sebut Kemenangan Semakin Dekat, Sebut AS Terlibat dalam Kejahatan Genosida Israel di Palestina
Khawatir Kalah Pemilu AS, Joe Biden Ogah Dukung Netanyahu Perang Panjang di Palestina
AS dan Prancis Kecam Keras Rencana Israel Gusur Warga Palestina di Gaza: Retorika Ini Menghasut
117 Hari Perang di Gaza, AS Pertimbangkan Pengakuan Negara Palestina