Hamas dan Jihad Islam Palestina soal Gencatan Senjata: Kami Ingin Jaminan Arab dan Dunia Internasional

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 1 Februari 2024 | 14:07 WIB
Hamas dan Jihad Islam Palestina tanggapi rencana gencatan senjata di Gaza yang saat ini sedang dinegosiasikan. (Telegram.com/@qassambrigades)
Hamas dan Jihad Islam Palestina tanggapi rencana gencatan senjata di Gaza yang saat ini sedang dinegosiasikan. (Telegram.com/@qassambrigades)

Baraka menyatakan bahwa Hamas telah diberitahu bahwa periode gencatan senjata dapat diperpanjang.

"Namun kami menginginkan jaminan Arab dan internasional untuk gencatan senjata," ungkapnya.

"Selain tuntutan kami akan jaminan, kami juga menuntut rekonstruksi, penarikan diri dari sektor ini, dan penyediaan perumahan yang mendesak bagi warga negara," lanjutnya.

Baca Juga: AS dan Prancis Kecam Keras Rencana Israel Gusur Warga Palestina di Gaza: Retorika Ini Menghasut

Baraka menegaskan bahwa Perlawanan Palestina tidak akan kalah untuk menerapkan persyaratan terhadap Israel.

"Perlawanan tidak kalah dalam perjuangan untuk menerapkan persyaratan (Israel) padanya," terangnya.

Mengomentari rencana pemerintah yang mengatur urusan sipil Gaza, termasuk yang dikembangkan oleh AS dan Israel, Baraka mengatakan bahwa tidak ada yang akan mendikte Palestina dalam mengelola Jalur Gaza.

Baraka mengatakan Fatah, yang pejabatnya memimpin Otoritas Palestina, belum mengirimkan tanggapan resmi terhadap dokumen faksi mengenai (rencana) kepemimpinan nasional yang bersatu.

Sementara itu, Ali Abu Shahin, anggota Biro Politik PIJ, menekankan bahwa posisi gerakan tersebut terhadap 'dokumen Paris' sejalan dengan posisinya terhadap proposal Mesir.

Baca Juga: Negara Barat Ramai-ramai Tangguhkan Pendanaan UNRWA ke Palestina, Hamas: Mereka Terlibat dalam Perang

"Tidak ada pembicaraan baru mengenai gencatan senjata dalam dokumen Paris," kata Ali Abu Shahin.

"Ada konsensus Palestina dalam mengelola urusan dalam negeri dan formula untuk mengelola sektor ini tanpa campur tangan eksternal," jelasnya.

Menurut Abu Shahin mengatakan bahwa proposal tersebut tidak mengarah kepada gencatan senjata dan Palestina menginginkan jaminan dalam menghadapi perang genosida ini.

"Perlawanan tidaklah lemah jika ada persyaratan yang dikenakan padanya," tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X