Keberadaannya Misterius, Yahya Sinwar Disebut-sebut Selangkah Lebih Maju dari Israel

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 25 Januari 2024 | 19:39 WIB
Yahya Sinwar yang merupakan salah satu petinggi Hamas disebut-sebut selangkah lebih maju dari Israel dalam perang di Gaza. (t.me/qassambrigades)
Yahya Sinwar yang merupakan salah satu petinggi Hamas disebut-sebut selangkah lebih maju dari Israel dalam perang di Gaza. (t.me/qassambrigades)

Conricus saat ini adalah peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, sebuah lembaga kebijakan yang berbasis di Washington.

Menurut laporan itu, Sinwar berusaha keras untuk merahasiakan komunikasi dengan para pemimpin politik Hamas di Qatar dari intelijen Israel.

Para pejabat Israel mengatakan bahwa gagasan yang dilontarkan oleh pemerintah, untuk memungkinkan Sinwar meninggalkan Gaza dengan aman sebagai imbalan atas pembebasan sandera Israel yang ditahan di sana, adalah sebuah tindakan yang tidak bijaksana.

"Jika dia tinggal di luar negeri dan mengawasi para pemimpin Hamas yang tersisa di Gaza dan Hamas mendapat peran dalam pengaturan masa depan di Gaza, hal itu akan memperkuat kemenangannya pada 7 Oktober," kata seorang pejabat kepada wartawan.

Baca Juga: Kronologi Tewasnya 21 Tentara IDF oleh Sayap Militer Hamas di Hari ke-109 Perang

Mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional Jacob Nagel mengatakan bahwa dia yakin Sinwar tidak akan pernah melepaskan semua tawanan.

"Dia akan menyandera beberapa orang selamanya karena ini akan menjadi polis asuransinya bahwa tidak ada yang akan membunuhnya," ujarnya.

Pejabat lain mengatakan Sinwar memiliki tiga tujuan.

Yang pertama adalah untuk bertahan hidup, yang kedua adalah untuk menjamin kelangsungan hidup Hamas dan yang ketiga adalah untuk memastikan bahwa Hamas berperan dalam pemerintahan Gaza setelah perang.

Gershon Baskin, yang terlibat dalam negosiasi untuk membebaskan tentara IDF Gilad Shalit, yang ditahan selama lima tahun oleh Hamas mengatakan kepada jaringan tersebut bahwa Sinwar tidak takut mati sebagai martir tetapi tidak akan setuju untuk diasingkan dari Gaza.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Yedioth Ahronot

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X