PM Benjamin Netanyahu Terang-terangan Ingin Hapus Palestina, Indonesia: Ini Sangat Berbahaya!

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 24 Januari 2024 | 18:52 WIB
Menlu Retno Marsudi menegaskan Indonesia menolak keras rencana PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menghapus Palestina dari peta dunia. (Twitter.com/@Kemlu_RI)
Menlu Retno Marsudi menegaskan Indonesia menolak keras rencana PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menghapus Palestina dari peta dunia. (Twitter.com/@Kemlu_RI)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyinggung pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang kontroversial dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB di New York.

Dalam kesempatan itu, Retno mengatakan bahwa niatan Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia tidak dapat diterima Indonesia.

Lebih lanjut, pernyataan kontroversial Netanyahu tersebut menurut Indonesia sangat berbahaya.

"Lebih lanjut saya sampaikan, tanggal 18 Januari lalu, Perdana Menteri Netanyahu menyatakan secara terbuka bahwa Israel tidak akan mengizinkan negara Palestina untuk berdiri," kata Retno Marsudi pada 23 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari YouTube MoFA Indonesia.

Menurut Indonesia, pernyataan ini sangat berbahaya sekaligus mengungkap tujuan sebenarnya negara Zionis itu.

"Pernyataan ini sangat berbahaya dan tidak dapat diterima karena mengonfirmasi tujuan Israel sesungguhnya, yaitu menghilangkan Palestina dari peta dunia," lanjutnya.

Baca Juga: Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan di Gaza: Apa 25 Ribu Nyawa Melayang Terlalu Sedikit?

Menlu Retno juga bertanya kepada Dewan Keamanan PBB apakah mereka akan berdiam diri melihat semua ini terjadi begitu saja.

"Apakah Dewan Keamanan PBB harus tinggal diam menghadapi maksud Israel tersebut?" tanya Menlu Retno.

Setelah perang terjadi di Gaza, konflik ini meluas ke daerah Timur Tengah lainnya.

Kelompok Hizbullah di utara Israel terus membombardir hingga akhirnya banyak warga yang mengungsi.

Kemudian di Iraq terjadi bentrokan antara militer dan pangkalan militer AS di sana.

Selanjutnya Yaman melakukan blokade Laut Merah. Mereka mencegah kapal-kapal kargo yang bertujuan ke Israel hingga akhirnya menaikkan ongkos kirim.

Baca Juga: 108 Hari Perang, Lebih dari 25.000 Orang Syahid di Gaza Akibat Kampanye Genosida Israel

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube MoFA Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X