Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam, belum mengumumkan jumlah total pejuangnya atau mereka yang tewas dalam permusuhan.
Sebuah laporan rahasia AS pada bulan Januari, menurut WSJ, memperkirakan bahwa Hamas memiliki antara 25.000 dan 30.000 pejuang sebelum perang, serupa dengan perkiraan Israel yang berjumlah setidaknya 30.000 orang.
Baca Juga: Hamas Serukan Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Angkat Senjata ke IDF
Hamas Tetap Bertahan
Pensiunan Jenderal Angkatan Darat Joseph Votel, yang sebelumnya memimpin operasi militer AS di Timur Tengah, mengatakan kepada WSJ bahwa, menurut analisisnya, Hamas masih mampu melanjutkan perjuangan meskipun mengalami kekalahan.
"Satu orang sekarang mungkin harus melakukan dua atau tiga pekerjaan," kata Joseph Votel pada 21 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Bahkan di wilayah utara di mana serangan Israel telah menghancurkan sebagian besar kota, kelompok tersebut tetap tangguh.
"Hamas berusaha untuk menegaskan kembali otoritasnya dengan menempatkan kelompok kecil polisi dan layanan darurat untuk berpatroli di jalan-jalan," tulis surat kabar itu, mengutip para pejabat Israel dan warga Palestina.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Keukeuh Ingin Lenyapkan Hamas, Joe Biden Sudah Kehabisan Kesabaran
Laporan tersebut menambahkan bahwa penembakan roket oleh Hamas ke Israel dari Gaza tengah merupakan indikasi lain dari ketahanan kelompok tersebut.***
Artikel Terkait
Benjamin Netanyahu Keukeuh Ingin Lenyapkan Hamas, Joe Biden Sudah Kehabisan Kesabaran
Hamas Tolak Solusi Dua Negara soal Israel dan Palestina, Amerika Serikat Justru Bilang Begini
Hamas Serukan Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Angkat Senjata ke IDF
Sayap Militer Hamas Sergap 30 Tentara IDF, Kemungkinan Besar Tewas dan Luka-luka!
Bukan 75 Tahun, Hamas Ungkap Perjuangan Panjang Rakyat Palestina Lawan Penjajahan