Joe Biden dan Rishi Sunak Hadapi Reaksi Keras Usai Bombardir Yaman, Langkahi Aturan Konstitusi?

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 13 Januari 2024 | 20:37 WIB
Presiden AS Joe Biden dan PM Inggris Rishi Sunak hadapi reaksi keras dalam negeri usai bombardir Yaman baru-baru ini. (Twitter.com/@RishiSunak)
Presiden AS Joe Biden dan PM Inggris Rishi Sunak hadapi reaksi keras dalam negeri usai bombardir Yaman baru-baru ini. (Twitter.com/@RishiSunak)

Pada bulan Mei 2023, proyek Biaya Perang di Watson Institute di Brown University mengungkapkan bahwa lebih dari 4,5 juta orang telah tewas akibat perang yang dilancarkan oleh AS setelah serangan 11 September 2001 dan persetujuan AUMF tahun 2001.

Selain itu, serangan Amerika di Yaman bukanlah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, AS telah melakukan hampir 400 serangan udara di Yaman sejak tahun 2002.

Baca Juga: أحد الحبائب استخدم الحديث الموضوع لإساءة رئيس خريجي الأزهر فرع إندونيسيا

Di seberang Atlantik, beberapa anggota Partai Buruh menyebut keputusan Sunak 'memalukan' karena tidak lolos ke parlemen.

Partai Nasional Skotlandia dan beberapa anggota parlemen dari Partai Buruh juga menuntut jawaban dari perdana menteri, dengan mengatakan bahwa pemungutan suara di parlemen harusnya 'penting' untuk setiap serangan.

Sementara itu, pemimpin Partai Buruh, Rodney Starmer, mengatakan dia ingin melihat ringkasan posisi hukum London.

"Diterbitkan sesegera mungkin, dan saya berharap ringkasan tersebut dapat dipublikasikan hari ini," kata Starmer.

Ketika pesawat tempur AS dan Inggris terbang dari kapal induk di Laut Merah, Biden dan Sunak berpendapat bahwa serangan terhadap negara termiskin di dunia Arab, yang masing-masing terletak 11.000 dan 6.000 kilometer dari Washington DC dan London, diluncurkan untuk 'pertahanan diri'.

Baca Juga: Indonesia Dukung Penuh Afrika Selatan di ICJ dalam Gugatan Kejahatan Genosida Israel

"Serangan-serangan ini telah membahayakan personel AS, pelaut sipil, dan mitra kami, membahayakan perdagangan, dan mengancam kebebasan navigasi," kata Biden.

"Saya tidak akan ragu untuk mengarahkan langkah-langkah lebih lanjut untuk melindungi rakyat kami dan arus bebas perdagangan internasional jika diperlukan," tambahnya.

Sementara itu, Sunak mengatakan bahwa serangan Yaman kepada kapal pelayaran di Laut Merah semakin intens.

"Kami telah melihat peningkatan signifikan dalam jumlah serangan Houthi… yang membahayakan nyawa orang yang tidak bersalah. Hal ini mengganggu perekonomian global dan juga mengganggu stabilitas kawasan," kata Sunak.

Serangan Barat untuk melawan tindakan Yaman yang pro-Palestina di Laut Merah dilancarkan hanya beberapa jam setelah Afrika Selatan menyampaikan kasusnya di Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X