SENAYANPOST - Yaman baru-baru ini dibombardir Amerika Serikat (AS) dan Inggris, tepatnya di Sanaa usai Dewan Keamanan PBB mengecam keras operasi negara itu di Laut Merah.
Diketahui, selama tiga bulan terakhir ini Yaman menghalau kapal-kapal kargo yang bertujuan ke Israel lewat Laut Merah.
Blokade Yaman di Laut Merah ini membuat perusahaan pelayaran harus merubah rute perjalanan dan menambah biaya angkutan.
Sebelumnya, AS menginisiasi Operation Prosperity Guardian di Laut Merah namun kurang mendapat respons dari negara sekutunya.
Apa yang dilakukan AS dan Inggris di Yaman bisa menimbulkan eskalasi konflik di Timur Tengah setelah agresi Israel di Gaza.
Baca Juga: Nonton My Demon Episode 13 Sub Indo Malam Ini di Netflix, Lengkap dengan Spoiler!
Ketika para saksi di Yaman mengkonfirmasi ledakan di seluruh negeri kepada wartawan, Presiden Joe Biden memperingatkan dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam bahwa dia tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
"Serangan yang ditargetkan ini adalah pesan yang jelas bahwa Amerika Serikat dan mitra kami tidak akan menoleransi serangan terhadap personel kami atau membiarkan pihak yang bermusuhan membahayakan kebebasan navigasi," kata Joe Biden pada 11 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa indikasi awal menunjukkan bahwa kemampuan Yaman untuk mengancam pengiriman barang dagangan telah terpukul.
Kelompok Ansarallah yang diduga didukung Iran mengatakan serangan mereka terhadap rute pelayaran di Laut Merah adalah bentuk dukungan terhadap Palestina dan Hamas, kelompok Islam yang menguasai Gaza.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, yang dirawat di rumah sakit karena komplikasi operasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu menargetkan kemampuan Ansarallah termasuk drone, rudal balistik dan jelajah, radar pesisir, dan pengawasan udara.
Seorang pejabat Ansarallah mengkonfirmasi adanya penggerebekan di ibu kota Sanaa serta kota Saada dan Dhamar serta di provinsi Hodeidah, dan menyebutnya sebagai agresi Amerika-Zionis-Inggris.
Para saksi mata mengatakan kepada wartawan bahwa serangan tersebut menargetkan pangkalan militer yang berdekatan dengan bandara Sanaa, sebuah situs militer di dekat bandara Taiz, sebuah pangkalan angkatan laut Houthi di Hodeidah dan situs militer di provinsi Hajjah.
Artikel Terkait
Houthi Yaman Kembali Serang Dua Kapal Kontainer di Laut Merah
AS Pimpin 10 Negara Amankan Laut Merah Buntut Serangan Houthi Yaman
Houthi Yaman Ajukan Syarat Pembebasan Kapal Kontainer di Laut Merah Usai AS Bentuk Operasi Militer
AS Klaim 20 Negara Ikut Operation Prosperity Guardian, Bakal Hadapi Houthi Yaman di Laut Merah
AS Tembak Jatuh Drone Houthi Yaman, Menlu Inggris Tuding Iran Ada di Balik Kelompok Militan