Dari mana semua kelompok-kelompok ekstremis Indonesia bermunculan ? Dari ideologi Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir. Seperti rekan-rekan IM Mereka di Mesir menyerukan dibentuknya pemerintahan Islam sejak tahun 1948 M, tahun yang sama ketika Israel didirikan.
Sukarno pecah kongsi dengan temannya Kartosuwiryo, pendiri NII karena perselisihan mereka mengenai identitas negara. NII kemudian merencanakan pembunuhan Sukarno. Semua presiden Indonesia melawan semua kelompok yang lahir dari NII, seperti Hizbut Tahrir, Jama’ah Islamiyah, Al Qaeda, ISIS, dan lainnya.
Jika pendirian negara berdasar agama di Mesir, Afrika Utara, Tanah Syam, dan Asia Tenggara tidak dicegah, dunia saat ini akan dihadapkan pada situasi keagamaan ekstremis yang meluas dari Indonesia menyebar ke Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, Singapura, dan wilayah-wilayah penting ini akan mengancam semua pemeluk agama lain di seluruh dunia, seperti halnya rentetan bom gereja pada Malam Natal tahun 2000, bom Bali tahun 2002, bom Luxor tahun 1997, dan bom WTC 11 September 2001. Serangan-serangan ini jangan dianggap seolah hanya serangan kecil.
Sejak Sukarno, Indonesia telah melakukan apa yang dilakukan Mesir sejak Nasser hingga As-Sisi. Dunia Arab dan Dunia Islam, dari Jakarta hingga Kairo, tidak memilih untuk mendirikan negara berdasarkan agama, sehingga menerima pukulan telak untuk melindungi dunia dari kegilaan ekstremisme.
Para pemimpinnya diteror. Begitu juga institusi, lembaga, dan rakyatnya menjadi sasaran serangan teror kelompok-kelompok takfiri bersenjata. Hal ini berarti mereka memilih untuk berperang dan berkorban melawan kelompok-kelompok takfiri bersenjata demi keselamatan rakyat dan perdamaian bagi negara-negara di dunia.
Negara-negara Eropa dan Amerika, sejak berdirinya Israel yang berdasarkan agama dan merepresentasikan kolonialisme Barat, hingga saat ini, tidak merespon Bangsa Arab dan Umat Islam dengan kebaikan, melainkan justru dengan pelecehan, kekerasan, perang, pemusnahan sistematis, penjarahan tanah air, harta benda. , dan tempat-tempat suci. Barat justru memberdayakan kelompok-kelompok takfiri bersenjata yang melakukan infiltrasi ke berbagai entitas-entitas keagamaan dengan cara yang sangat ekspansionis.
Apa yang terjadi saat ini di Palestina, baik di Jalur Gaza dan di Tepi Barat, telah mencapai puncak kegilaan, dan ketidakpedulian Dunia Barat terhadap konsekuensinya, dalam memerangi dan menghancurkan dunia tanpa batas.