SENAYANPOST - Viral seorang warga Israel mengungkapkan kemarahannya kepada Israel Defense Force (IDF) setelah Hamas merilis video propagandanya dalam rangka perang psikologis.
Dalam sebuah video singkat, warga Israel itu menuding IDF telah membuat kekacauan dan hanya membunuh tanpa pandang bulu di Gaza.
Sebagaimana diketahui, beberapa minggu terakhir ini Hamas telah merilis video di mana sebanyak enam warga Israel dibunuh oleh tentaranya sendiri.
Enam warga Israel tersebut merupakan tahanan Hamas sejak serangan 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Natal 2023 dan Tahun Baru untuk Teman Kerja dan Atasan
Tindakan ini tentu saja memicu kemarahan publik di dalam negeri Zionis tersebut.
Warga Israel mendesak agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membebaskan para tahanan.
"Yang kalian lakukan di Gaza hanyalah membunuh, membunuh dan membunuh," kata wanita yang menerima tanggapan dari tentara Israel tersebut pada 24 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari IRNA.
Sementara itu, IDF mengklarifikasi bahwa prajuritnya menembak para tahanan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: MER-C Kirim Surat Terbuka ke WHO Usai RS Indonesia di Gaza Jadi Markas Tentara IDF
Para tahanan tersebut dikonfirmasi adalah prajurit IDF yang ditangkap Hamas.
Sebelumnya, ketiga orang tersebut sudah menunjukkan bendera putih dan berbicara bahasa Ibrani.
Sayangnya, prajurit IDF tersebut malah menembak tahanan yang ingin menyelamatkan diri tersebut.
Wanita yang berada di video tersebut menyebut apa yang dilakukan IDF adalah memalukan.
Artikel Terkait
Warga Israel Putus Asa Usai 2 Bulan Lebih Jadi Sandera Hamas: Kami Tidak Ingin Menua di Sini
Israel Kena Prank Lagi Usai Temukan Terowongan Besar, Hamas: Anda Terlambat, Misi Sudah Selesai
Profil Yahya Sinwar, Salah Satu Pimpinan Hamas di Balik Operasi Badai Al Aqsa
Petinggi Sayap Militer Hamas Minta Syarat Ini di Tengah Negosiasi Palestina dan Israel
Tiga Warga Israel yang Jadi Tahanan Hamas Dipastikan Tewas, Abu Ubaidah Sebut Benjamin Netanyahu