AS Tembak Jatuh Drone Houthi Yaman, Menlu Inggris Tuding Iran Ada di Balik Kelompok Militan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 24 Desember 2023 | 16:33 WIB
Ilustrasi, Amerika Serikat (AS) belum lama ini mengabarkan menembak jatuh drone Houthi Yaman karena alasan ini. (Pixabay.com/LN_Photoart)
Ilustrasi, Amerika Serikat (AS) belum lama ini mengabarkan menembak jatuh drone Houthi Yaman karena alasan ini. (Pixabay.com/LN_Photoart)

SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) belum lama ini mengumumkan telah menembak jatuh drone dari Houthi di Yaman.

Di saat yang bersamaan, diplomat utama Inggris David Cameron menuduh kelompok Houthi yang diduga didukung Iran sebagai 'pengaruh jahat'.

Drone yang dikirim Houthi ini menurut klaim AS telah dijatuhkan oleh kapal perusak USS Laboon.

Dalam insiden itu dilaporkan tidak ada korban luka atau kerusakan.

Baca Juga: Joe Biden Ungkap Pembicaraan dengan Benjamin Netanyahu, Minta Gencatan Senjata?

USS Laboon juga menanggapi panggilan darurat dari kapal tanker minyak berbedera Norwegia dan kapal tanker dari India yang sedang diserang.

"Serangan ini merupakan serangan ke-14 dan ke-15 terhadap pelayaran komersial yang dilakukan militan Houthi sejak 17 Oktober," kata CENTCOM pada 24 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

CENTCOM yang juga Komando Pusat AS menyatakan bahwa Houthi juga menembakkan dua rudal balistik anti-kapal ke jalur pelayaran internasional di Laut Merah Selatan namun tidak ada kapal yang terkena serangan tersebut.

Secara terpisah, Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa sebuah pesawat tak berawak yang diluncurkan dari Iran menghantam sebuah kapal tanker kimia milik Jepang berbendera Liberia di Samudera Hindia pada Sabtu pagi.

Baca Juga: Anime One Piece Episode 1089 Kapan Tayang? Intip Jadwal Rilis di Sini

Tidak Ada Korban Jiwa yang Dilaporkan

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris sebelumnya mengatakan bahwa sebuah drone meledak di dekat sebuah kapal di Selat Bab el-Mandab, lepas pantai Yaman.

Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, telah melancarkan kampanye serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap kapal-kapal komersial sejak dimulainya perang di Gaza, yang oleh kelompok pemberontak disebut sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina yang menghadapi pemboman Israel.

AS pada hari Selasa meluncurkan pasukan keamanan multinasional, yang dijuluki Operation Prosperity Guardian, untuk melindungi pelayaran di tengah meningkatnya serangan di jalur air tersebut, salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X