SENAYANPOST - Pasukan Houthi Yaman kembali menyerang kapal kontainer yang akan melewati Laut Merah belum lama ini.
Sebelumnya, Houthi Yaman menuntut agar bantuan obat-obatan dan makanan masuk ke Gaza di tengah agresi penjajah Israel.
Juru bicara Houthi, Yahya Saree mengatakan pihaknya telah mengirim pesawat drone yang menargetkan dua kapal kontainer.
Ini merupakan serangan terbaru dari pasukan tersebut untuk mengganggun perdagangan maritim di Laut Merah.
Baca Juga: Opini: Haul Gus Dur di Tengah Badai Kehancuran Hukum dan Demokrasi
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Jazeera, dua kapal tersebut adalah MSC Clara dan Swan Atlantic milik Norwegia.
Serangan itu dilakukan setelah awak mereka gagal menanggapi panggilan dari kelompok tersebut.
Pemilik Swan Atlantic mengatakan kapalnya dihantam benda tak dikenal namun tidak ada awak kapal yang terluka.
MSC Clara adalah kapal berbendera Panama, menurut data London Stock Exchange Group.
Baca Juga: Opini: Geert Wilders Menang, Islam di Belanda Meradang
Rincian serangan terhadap kapal tersebut belum jelas.
Kelompok Houthi yang didukung Iran telah menyerang banyak kapal selama beberapa pekan terakhir, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan kapal-kapal di Laut Merah yang memiliki hubungan dengan Israel sebagai protes terhadap serangan militernya di Gaza.
Kelompok tersebut telah memperingatkan agar tidak berlayar menuju daerah tersebut.
Serangan-serangan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap jalur minyak, biji-bijian dan barang-barang lainnya yang merupakan jalur perdagangan global yang penting, dan telah meningkatkan biaya asuransi dan pengiriman barang melalui Laut Merah.
Artikel Terkait
Baku Tembak Masih Terjadi di Gaza, Houthi Deklarasikan Perang dengan Israel
Houthi Yaman Serang Kapal Kontainer Maersk di Laut Merah, Perusahaan Asal Denmark Justru Bilang Begini
Lagi, Kapal Kontainer Asing Diserang Proyektil Houthi Yaman di Laut Merah
Buntut Serangan Houthi Yaman, Perusahaan Kapal Kontainer Ini Tunda Pelayaran Lewat Laut Merah
Israel Bakal Negosiasi dengan Hamas soal Sandera Usai Demonstrasi Besar-besaran di Tel Aviv