Pembantaian tanggal 7 Oktober, yang terjadi di bawah serangan roket besar-besaran yang ditembakkan ke Israel, menyebabkan teroris menyerbu komunitas dan melakukan pembantaian massal terhadap warga sipil dari segala usia.
Baca Juga: Rencana KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Buka RS Lapangan di Gaza, Ini Kata Pengamat Singapura
Banyak keluarga dibunuh saat mereka berkumpul di rumah atau dibakar sampai mati.
Para korban, termasuk anak-anak, diperkosa, disiksa atau dimutilasi.
Di sebuah festival musik luar ruangan, lebih dari 360 orang dibantai.
Baca Juga: IOF Sebut Hamas Tak Mampu Goreng Telur, Izzat al Risheq: Kami Sibuk Panggang Merkava
Namun, dalam laporan lainnya menyebutkan bahwa bukan Hamas yang menjadi dalang tragedi tersebut, tetapi tentara Israel.
Masih belum jelas siapa yang akan memerintah Gaza dalam jangka panjang setelah perang, namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Otoritas Palestina, yang memerintah sebagian Tepi Barat, bukanlah pilihan yang tepat karena mengagung-agungkan kekerasan terhadap Israel dan memberikan tunjangan kepada warga Palestina.
Sementara itu, Amerika telah menganjurkan peran sentral bagi Otoritas Palestina yang 'direvitalisasi'.
Di lain pihak, Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengklaim bahwa, sejak dimulainya perang, lebih dari 18.600 orang telah terbunuh, sebagian besar warga sipil.
Angka-angka ini tidak dapat diverifikasi secara independen dan diyakini mencakup sekitar 7.000 pejuang Hamas, menurut Israel, serta warga sipil yang terbunuh oleh roket Palestina yang salah sasaran.
Diperkirakan 1.000 pejuang lainnya terbunuh di Israel selama serangan gencar tanggal 7 Oktober.***
Artikel Terkait
Ambisi Penjajah Israel Musnahkan Hamas, Menlu Iran: Tidak Akan Pernah Bisa
Terlibat Pencucian Uang, Sejumlah Petinggi Hamas Masuk Daftar Teroris AS
Usai Sebar Nomor Petinggi Hamas di PBB, Nomor Gilad Erdan Diserbu Netizen Indonesia hingga Tak Bisa Terima Panggilan
IOF Sebut Hamas Tak Mampu Goreng Telur, Izzat al Risheq: Kami Sibuk Panggang Merkava
IDF Umumkan Hasil Percobaan Pompa Air Laut ke Terowongan Hamas, Bagaimana Nasib para Sandera?