Petinggi Hamas Ismail Haniyeh Buka Negosiasi dengan Israel, Ini Syaratnya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 15 Desember 2023 | 21:16 WIB
Salah seorang petinggi Hamas, Ismail Haniyeh membuka kesempatan untuk pertukaran sandera dengan Israel di Gaza. (t.me/qassambrigades)
Salah seorang petinggi Hamas, Ismail Haniyeh membuka kesempatan untuk pertukaran sandera dengan Israel di Gaza. (t.me/qassambrigades)

Pembantaian tanggal 7 Oktober, yang terjadi di bawah serangan roket besar-besaran yang ditembakkan ke Israel, menyebabkan teroris menyerbu komunitas dan melakukan pembantaian massal terhadap warga sipil dari segala usia.

Baca Juga: Rencana KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Buka RS Lapangan di Gaza, Ini Kata Pengamat Singapura

Banyak keluarga dibunuh saat mereka berkumpul di rumah atau dibakar sampai mati.

Para korban, termasuk anak-anak, diperkosa, disiksa atau dimutilasi.

Di sebuah festival musik luar ruangan, lebih dari 360 orang dibantai.

Baca Juga: IOF Sebut Hamas Tak Mampu Goreng Telur, Izzat al Risheq: Kami Sibuk Panggang Merkava

Namun, dalam laporan lainnya menyebutkan bahwa bukan Hamas yang menjadi dalang tragedi tersebut, tetapi tentara Israel.

Masih belum jelas siapa yang akan memerintah Gaza dalam jangka panjang setelah perang, namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Otoritas Palestina, yang memerintah sebagian Tepi Barat, bukanlah pilihan yang tepat karena mengagung-agungkan kekerasan terhadap Israel dan memberikan tunjangan kepada warga Palestina.

Sementara itu, Amerika telah menganjurkan peran sentral bagi Otoritas Palestina yang 'direvitalisasi'.

Baca Juga: Houthi Yaman Serang Kapal Kontainer Maersk di Laut Merah, Perusahaan Asal Denmark Justru Bilang Begini

Di lain pihak, Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengklaim bahwa, sejak dimulainya perang, lebih dari 18.600 orang telah terbunuh, sebagian besar warga sipil.

Angka-angka ini tidak dapat diverifikasi secara independen dan diyakini mencakup sekitar 7.000 pejuang Hamas, menurut Israel, serta warga sipil yang terbunuh oleh roket Palestina yang salah sasaran.

Diperkirakan 1.000 pejuang lainnya terbunuh di Israel selama serangan gencar tanggal 7 Oktober.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X