Petinggi Hamas Sebut Perjanjian Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Rampung

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 21 November 2023 | 15:21 WIB
Ilustrasi, Petinggi Hamas ungkap rencana gencatan senjata dengan Israel setelah sebulan lebih terlibat konflik di Gaza. (Pixabay.com/Defence-Imagery)
Ilustrasi, Petinggi Hamas ungkap rencana gencatan senjata dengan Israel setelah sebulan lebih terlibat konflik di Gaza. (Pixabay.com/Defence-Imagery)

SENAYANPOST - Petinggi Hamas belum lama ini menyatakan bahwa akan ada perjanjian gencatan senjata dengan Israel dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, Hamas dan Israel masih melancarkan serangan di tengah-tengah Gaza menjelang perjanjian gencatan senjata.

Menurut salah seorang petinggi Hamas, perjanjian gencatan senjata dengan Israel hampir mencapai kesepakatannya.

Baca Juga: Beda dari Mangaka Lainnya, Yoshihiro Togashi Bagikan Spoiler Ending Hunter x Hunter!

Hasil perjanjian gencatan senjata itu rencananya akan disampaikan kepada mediator Qatar.

Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun seorang pejabat Hamas mengatakan kepada Al Jazeera TV bahwa negosiasi dipusatkan pada berapa lama gencatan senjata akan berlangsung.

Pengaturan pengiriman bantuan ke Gaza dan pertukaran sandera Israel yang ditahan oleh Hamas dengan tahanan Palestina di Israel.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Ini Profil Abu Ubaidah Juru Bicara Brigade Al Qassam Hamas

Kedua belah pihak akan membebaskan perempuan dan anak-anak dan rinciannya akan diumumkan oleh Qatar, yang menjadi penengah dalam negosiasi tersebut, kata pejabat tersebut, Issat el Reshiq.

Hamas menyandera sekitar 240 orang selama serangannya pada 7 Oktober di Israel yang menewaskan 1.200 orang.

Mirjana Spoljaric, presiden Komite Palang Merah Internasional (ICRC), bertemu Haniyeh di Qatar pada hari Senin untuk 'mengajukan masalah kemanusiaan' terkait konflik tersebut, kata ICRC yang berbasis di Jenewa dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: 8 Simbol Perjuangan Rakyat Palestina Beserta Artinya, Nomor 4 Jarang Banyak yang Tahu!

Dia juga bertemu secara terpisah dengan pihak berwenang Qatar.

ICRC mengatakan pihaknya bukan bagian dari perundingan yang bertujuan untuk membebaskan para sandera, namun sebagai perantara yang netral, ICRC siap "memfasilitasi pembebasan di masa depan yang disetujui oleh para pihak".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X