SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengingatkan bahwa konflik Israel dan Palestina bisa meluas sewaktu-waktu.
Belum lama ini, Hossein Amirabdollahian melakukan pembicaraan dengan perwakilan Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani terkait konflik Israel dan Palestina yang semakin intens.
Meskipun demikain Hossein Amirabdollahian tidak merinci akan seberapa luas konflik Israel dan Palestina yang meningkat pada 7 Oktober 2023 di Gaza.
Baca Juga: Noer Hassan Wirajuda Raih Penghargaan Bintang Jasa dari Pemerintah Jepang
"Karena meningkatnya intensitas perang terhadap warga sipil Gaza, perluasan cakupan perang menjadi tidak bisa dihindari," kata Hossein Amirabdollahian pada 10 November 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
Tidak jelas apa yang dia maksud dengan 'perluasan konflik yang tidak dapat dihindari'.
Secara terpisah, Amirabdollahian mengatakan di akun X-nya pada hari Kamis.
Baca Juga: Doa Anak Sidik Eduard Setiap Ayahnya Berangkat Jual Cilok, Jualan Ayah Habis!
"Waktu hampir habis untuk melanjutkan kejahatan di Tel Aviv," cuitnya.
Menurutnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin menunjukkan kelemahannya.
Tidak sedikit warga Israel yang meminta kepada Netanyahu untuk segera menghentikan agresi ini.
Baca Juga: Dukungan Rakyat Indonesia dan Negara Lain untuk Palestina akan Mengucilkan Amerika Serikat
Sejauh ini, sudah lebih dari 10.000 korban jiwa jatuh akibat konflik dua negara.
Baru-baru ini, Israel terus meningkatkan serangannya ke rumah sakit di Gaza, salah satunya Rumah Sakit Indonesia.
Artikel Terkait
Indonesia Kirim 51,5 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Palestina, Menhan Prabowo: RI Bakal Kirim Kapal Rumah Sakit
EKSKLUSIF : Dubes Palestina Laporkan ke Menlu Palestina Terkait Bantuan Indonesia untuk Gaza
Otoritas Palestina : Mesir Tolak Keras Keinginan Israel Periksa Bantuan Kemanusiaan
Indonesia akan Kirim Kapal Rumah Sakit ke Palestina, Duta Besar Palestina di Indonesia Bilang Begini
Dukungan Rakyat Indonesia dan Negara Lain untuk Palestina akan Mengucilkan Amerika Serikat