SENAYANPOST - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan perintah dari Presiden Prabowo terkait permasalahan ekonomi dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis sore, 4 September 2025.
Seskab Teddy menyebutkan ada beberapa isu yang dibahas dalam ratas tersebut, termasuk persoalan yang terkait dengan situasi Indonesia beberapa waktu terakhir.
Dibahas pula fasilitas umum yang rusak usai demonstrasi di Senayan dan daerah lainnya yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.
"Ada di antaranya perkembangan ekonomi dan progres investasi, hingga percepatan perbaikan fasilitas umum yang rusak," ujar Seskab Teddy dalam keterangannya di Instagram yang diunggah pada Kamis, 4 September 2025.
Baca Juga: Ihwal 17 Plus 8 Tuntutan, Menteri Bahlil Sebut Respons Terukur Jadi Kunci Jawab Aspirasi Rakyat
Teddy mengungkapkan bahwa Prabowo meminta kepada Tim Ekonomi untuk memastikan adanya peningkatan lapangan kerja baru lewat investasi.
"Dalam sektor ekonomi, Presiden Prabowo meminta kepada Tim Ekonomi untuk memastikan investasi-investasi ini bisa mendorong peningkatan lapangan kerja secara merata di Tanah Air, dan tidak memusat di Jakarta saja," imbuhnya.
Menurut penjelasan dari Teddy, Prabowo juga meminta Menteri Pekerjaan Umum untuk melakukan percepatan perbaikan beberapa fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Percepatan itu dilakukan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara nyaman.
Baca Juga: Yusril Ihza Mahendra: Presiden Prabowo Sudah Beberapa Kali Minta DPR Bahas RUU Perampasan Aset
Hal senada juga dibeberkan oleh Sri Mulyani, selain perbaikan fasilitas umum, ratas tersebut juga ada perintah agar program prioritas Kabinet Merah Putih berjalan dengan baik.
"Program Prioritas yang memberikan manfaat rakyat langsung seperti Sekolah Rakyat, Program Ketahanan Pangan dan Energi harus berjalan efektif agar rakyat merasakan manfaat langsung," ujar Sri Mulyani dalam unggahannya di Instagram pada Jumat, 5 September 2025.
Dari sisi ekonomi, ratas yang turut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia itu, Sri Mulyani blak-blakan mengungkapkan bahwa pembangunan Indonesia merupakan tugas utama pemerintah.
Selain itu juga menyinggung tentang mengentaskan kemiskinan yang masih jadi PR besar negara.
Artikel Terkait
Kemenhub Segera Hapus Jembatan Timbang, Siapkan Teknologi Mirip ETLE untuk Pantau Truk ODOL
Tekan Harga Properti, Fahri Hamzah Usulkan Subsidi Tanah Gantikan Subsidi Perumahan
Cukai Minuman Berpemanis Siap Berlaku pada 2026, DPR Pastikan Tarif Dikonsultasikan
Kemenperin Turun Tangan Atasi Dampak Pembatasan Gas HGBT pada Industri Oleokimia di Bekasi
Danantara Indonesia dan GEM RRT Jalin Kerja Sama Pengembangan Hilirisasi Proyek Nikel