Baca Juga: AM Hendropriyono soal Politikus yang Tolak Timnas Israel: Jangan Main Makan Saja, Nanti Perut Sakit
"Kalau yang sudah kami himpun sementara ini, lebih dari 500 orang korban yang sudah tercatat," kata Joko Dwi Harsono.
Diperkirakan, para korban mengalami kerugian mencapai Rp91 miliar.
"Kerugian yang sudah kita himpun dari beberapa laporan polisi itu ada Rp91 miliar lebih, itu dalam berupa uang," ungkapnya.
Tidak menutup kemungkinan, korban dari travel umrah ini masih banyak.
Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis 2023 dari Pemkot Medan, Ada 5.000 Kuota dan 12 Kota Tujuan
"Masih bisa berkembang karena memang diduga cabangnya banyak dimana mana dan kami yakin banyak korban yang belum melaporkan," jelasnya.
3. Modus penipuan
Hengki menerangkan bahwa ada tersangka yang merupakan residivis penipuan.
"Agar tidak ketahuan, yang bersangkutan ini dulu pernah melakukan modus yang sama ataupun residivis. Yang bersangkutan mengganti namanya Mahfudz Abdullah menjadi Abi Hafidz Al-Maqdisy," terang Hengki dalam konferensi pers yang digelar pada 30 Maret 2023.
Baca Juga: Uji Coba Jalan Tol Baru, dari Jakarta ke Bekasi Cuma 20 Menit
Tersangka dalam melakukan aksinya mendatangi para ustaz, tokoh agama, dan berbagai pesantren.
"Yang punya pengaruh di lokasi itu, kayak ustaz, tokoh agama, kan modusnya dia datangin pesantren, datangin masjid, pengajian, nanti tokoh agama ini diajak," tambah Joko.
Tidak sedikit tokoh agama yang menjadi korban penipuan.
"Mereka ini enggak tahu kalau ternyata ini aksi penipuan. Bahkan mereka ini juga sebenarnya jadi korban," tegasnya.