polhukam

KPU Sebut Masa Depan Indonesia Ada di Tangan 60 Persen Pemilih Muda Pemilu 2024, Begini Penjelasannya

Sabtu, 18 Maret 2023 | 15:13 WIB
KPU menyebut bahwa masa depan Indonesia ada di tangan pemilih muda Pemilu 2024 yang sebesar 60 persen dari jumlah penduduk. (Podcast JPP)

Atau pun setiap pilihan yang mereka ambil di bilik suara tidak pernah berdampak dalam kehidupannya, misalnya, ungkapan, "Gue nyoblos A atau B gak ngaruh juga buat hidup gue."

Baca Juga: Mudik Gratis Bareng Pemprov DKI, Peserta Terbatas Catat Waktu Berangkatnya

Mellaz kemudian memberikan contoh sederhana seperti biaya perkuliahan, jam sekolah, hingga Perda di daerah-daerah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, semuanya pasti terkait politik.

"Sepanjang dia warga negara, maka setiap keputusan politik akan berdampak ke semua orang yang ada di dalam sistem politik atau negara, itu tanpa kecuali," ujarnya.

"Inilah mengapa kemudian politik itu penting," tegasnya.

Baca Juga: Simak Fungsi dan Cara Perawatan Throttle Body pada Sepeda Motor

Lantas kenapa anak-anak muda begitu krusial untuk terlibat langsung dan menunaikan hak pilihnya di Pemilu 2024?

Menjawab pertanyaan ini Mellaz mengatakan dirinya akan melihat ke tahun 2029 yang merupakan hasil pemilihan di Pemilu 2024.

Pada saat itu akan muncul suatu kondisi di mana giliran anak-anak muda yang ada sekarang bakal mengambil keputusan.

Baca Juga: Beli Chery Omoda 5 Gratis Biaya jasa dan Suku Cadang Hingga 4 Tahun, Simak Simulasi Kreditnya

Pemilih muda yang saat ini jumlahnya 60 persen (17-39 tahun), mau tidak mau, suka tidak suka, harus ikut dan terlibat langsung dalam menentukan arah dan kondisi bangsa ke depan.

Itu sebabnya KPU menganggap upaya meyakinkan anak-anak muda kekinian sangat penting. Bahwa itu semua dilakukan demi masa depan bersama.

"Sepenting apa pemilu ini bagi teman-teman muda?" tanya Mellaz.

Baca Juga: Kejati DKI Jakarta Sebut Agnes alias AG Berpeluang Damai: Itu Terserah Keluarga David

Saat ditanya tantangan Pemilu 2024 akibat banjir informasi yang mengakibatkan politisasi identitas, isu SARA, dan Hoaks.

Halaman:

Tags

Terkini