SENAYANPOST – Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi menunjuk Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), menyusul pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatan tersebut.
Penunjukan itu tertuang dalam Surat Perintah Jaksa Agung Nomor PRINT-76/A/JA/07/2026 sebagai langkah untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan di lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus hingga ditetapkannya pejabat definitif.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan pergantian kepemimpinan tersebut tidak akan memengaruhi proses penanganan berbagai perkara tindak pidana khusus yang saat ini sedang berjalan.
"Seluruh penanganan perkara tindak pidana khusus tetap berjalan secara profesional, independen, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Anang dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7/2026).
Penunjukan Rudi Margono dilakukan hanya beberapa jam setelah Kejaksaan Agung mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus.
Dalam siaran pers yang diterbitkan pada Sabtu dini hari, Kejaksaan Agung menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut diterima oleh Jaksa Agung sebagai bentuk komitmen menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas institusi di tengah proses hukum yang sedang berlangsung.
Meski terjadi pergantian pimpinan, Kejaksaan Agung memastikan seluruh proses penyidikan, penuntutan, hingga penanganan perkara korupsi yang berada di bawah kewenangan Jampidsus tetap berjalan sesuai mekanisme hukum tanpa hambatan.
Pengunduran diri Febrie Adriansyah sendiri terjadi di tengah penyidikan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.
Sebelumnya, penyidik menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang diakui Febrie sebagai rumah pribadinya. Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan sejumlah perkara besar, antara lain dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN yang berkaitan dengan peristiwa blackout di Sumatera, perkara PT Asabri, serta dugaan penyimpangan pada anak usaha PT Krakatau Steel.
Dalam operasi tersebut, penyidik menyita berbagai barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan, uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura, serta sejumlah dokumen. Nilai keseluruhan barang bukti yang diamankan diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.
Sebelum pengunduran dirinya diumumkan secara resmi, Febrie Adriansyah sempat menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan kepolisian dan menegaskan akan mengikuti setiap tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga sempat membantah kabar yang menyebut dirinya telah mundur dari jabatan Jampidsus, bahkan menyatakan masih menjalankan tugas sebagaimana biasa. Namun, pada Sabtu dini hari, Kejaksaan Agung akhirnya mengonfirmasi bahwa surat pengunduran dirinya telah diterima dan berlaku efektif.
Dengan penunjukan Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas Jampidsus, Kejaksaan Agung berharap seluruh agenda pemberantasan tindak pidana korupsi tetap berjalan optimal sembari menunggu penetapan pejabat definitif yang akan memimpin bidang tindak pidana khusus ke depan. (*)