polhukam

Tanggapi Laporan Polisi soal Mens Rea, Pandji: Itu Komedi dan Kritik Sosial, Bukan Penghinaan

Selasa, 3 Februari 2026 | 22:22 WIB
Menyoroti penuturan komika, Pandji Pragiwaksono setelah materi komedinya dalam show Mens Rea dinilai bikin gaduh di medsos. (Instagram.com/@panji.pragiwaksono)

Terkait tuduhan penghinaan fisik kepada Gibran Rakabuming Raka, Panji menjelaskan materi tersebut berkaitan dengan momen Gibran yang terlihat mengantuk.

Baca Juga: Teguh Santosa: Indonesia Tidak Beri Cek Kosong dalam Keanggotaan Board of Peace

Ihwal tudingan tersebut, Panji berpendapat, seseorang yang menyebut orang lain "ngantuk" bukanlah penghinaan fisik, melainkan kondisi manusiawi yang bisa dialami siapa saja.

"Saya tanya, kamu pernah ngantuk enggak? Pak Gibran pernah ngantuk? Pernah. Yang saya bicarakan berarti yang lagi ngantuk. Salahnya di mana?" jelas Panji.

Sementara itu, untuk tuduhan penistaan agama, Panji menyoroti materi tentang "salat safar" yang dipersoalkan oleh kelompok yang mengatasnamakan perwakilan organisasi keagamaan tertentu.

Terkait hal itu, Panji mengklarifikasi dirinya tidak sedang memperolok ibadah salat. Panji menjelaskan, poin utama dari materinya adalah kritik sosial agar masyarakat tidak memilih pemimpin hanya berdasarkan kesalehan ritual yang dipertontonkan di depan umum, melainkan melihat rekam jejaknya secara menyeluruh.

"Saya enggak bercandain salat. Setupnya kan, adalah jangan pilih orang berdasarkan salatnya saja. Punchlinenya itu bagian patahnya, bagian lucunya," jelasnya.

Baca Juga: Hindari Perang Besar, AS Pilih Tunda Serangan Militer ke Iran

Ceritakan Komika Pembukaannya Dipanggil Polisi

Dalam pernyataannya, Pandji juga membeberkan dampak dari laporan-laporan ini tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga rekan sesama komika. Panji mengungkapkan, terdapat komika pembuka (opener) dalam pertunjukanya, Dani B yang turut dipanggil kepolisian sebagai saksi untuk dimintai keterangan terkait materi show di Mens Rea.

Artis kenamaan itu menceritakan, momen saat Dani B diperiksa. Menurut Panji, setelah selesai memberikan keterangan formal, polisi justru meminta Dani B untuk melawak atau melakukan roasting di tempat pemeriksaan.

"Pulang BAP dicolek sama polisi, 'diroasting dong, mana angka delapannya mana', begitu," tuturnya.

Hingga saat ini, Panji memastikan belum ada ancaman fisik yang diterima secara langsung, berbeda dengan ancaman verbal yang menurutnya tengah marak di media sosial. Di sisi lain, komika senior itu tetap melanjutkan aktivitasnya dan menyerahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang. *

Halaman:

Tags

Terkini