polhukam

Densus 88 Ungkap Rekrutmen Teroris pada Anak Lewat Medsos dan Game Online, 110 Korban Disebut Terdampak

Rabu, 19 November 2025 | 22:02 WIB
Densus 88 belum lama ini ungkap rekrutmen teroris yang menargetkan anak-anak dan pelajar lewat medsos dan game online. (Dok Polri)

Trunoyudo menyebut beberapa kondisi yang meningkatkan kerentanan anak dan membuat mereka lebih mudah dimasuki narasi ekstrem.

"Hasil asesmen kerentanan anak dipengaruhi oleh sejumlah faktor sosial seperti apa di antaranya adalah bullying dalam status sosial, broken home dalam keluarga, kemudian kurang perhatian keluarga, pencarian identitas jati diri," jelas Trunoyudo.

Menurutnya, pelaku memanfaatkan kondisi emosional ini untuk membangun kedekatan, memberikan perhatian semu, lalu menyusupkan doktrin kekerasan dan ideologi ekstrem.

Ruang digital menjadi lahan yang ideal bagi kelompok tersebut untuk berinteraksi tanpa pengawasan orang tua.

2 Tersangka Dewasa Ditangkap sebagai Perekrut dan Pengendali

Trunoyudo juga mengungkap adanya dua tersangka dewasa yang diduga menjadi otak perekrutan anak dalam jaringan tersebut.

Baca Juga: Desakan Proses Hukum dari KPAI hingga Dindik usai Siswa SMP di Tangsel Wafat Akibat Dugaan Perundungan

Kedua tersangka berperan sebagai perekrut sekaligus pengendali komunikasi kelompok.

"Penindakan terbaru dilakukan pada 17 November 2025 dengan menangkap, dua tersangka dewasa yang berperan sebagai perekrut dan pengendali komunikasi kelompok," pungkasnya.

Penangkapan itu disebut sebagai bagian dari upaya terstruktur Polri untuk memutus mata rantai rekrutmen dan melindungi anak-anak dari paparan lebih jauh.***

Halaman:

Tags

Terkini