Pemulihan Trauma Siswa SMAN 72 Jakarta Masih Berjalan, Mendikdasmen Sebut Fokus Penyembuhan Kondisi Psikis

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Senin, 17 November 2025 | 11:13 WIB
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti ungkap trauma siswa SMAN 72 Jakarta masih membekas hingga belum berani kembali ke sekolah. (YouTube.com/Sekretariat Kabinet)
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti ungkap trauma siswa SMAN 72 Jakarta masih membekas hingga belum berani kembali ke sekolah. (YouTube.com/Sekretariat Kabinet)

SENAYANPOST - Selain perawatan luka fisik, siswa korban ledakan di SMAN 72 Jakarta juga mendapat pendampingan untuk mengatasi traumanya.

Namun, proses pendampingan tersebut tampaknya masih memerlukan waktu karena menurut menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, masih ada siswa yang mengalami trauma.

Trauma yang dialami para siswa tersebut membuat mereka masih memiliki ketakutan untuk kembali belajar di sekolah.

Baca Juga: Relokasi Korban Terdampak Longsor Cilacap, Pemda Siapkan Lahan 3,5 Hektare untuk Huntara

Mendikdasmen: Trauma Siswa dan Fokus Penyembuhan Psikis

Abdul Mu’ti mengungkapkan dirinya menerima laporan sebagian siswa belum siap kembali ke sekolah untuk kegiatan pembelajaran tatap muka.

Sementara sebagian lainnya, kata Mu’ti, sudah ada yang menyetujui untuk segera memulai pembelajaran langsung.

“Pekan depan, informasi yang saya terima memang juga belum seluruh murid siap secara mental untuk kembali ke sekolah,” kata Mu’ti di kompleks kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Minggu, (16/11/25).

Baca Juga: Insiden Longsor Melanda Desa Pandanarum Banjarnegara, BPBD Sebut soal Korban hingga Rumah yang Rusak

“Walaupun informasi yang saya terima sebagian besar orang tua dan murid sebenarnya sudah siap untuk kembali belajar,” lanjutnya.

Untuk penanganan pemulihan trauma atau trauma healing pada siswa, Mu’ti menyebut masih terus dilakukan oleh Kemendikdasmen dengan beberapa aktivis dan organisasi psikolog.

“Kita berusaha bagaimana agar situasi dapat kembali pulih dan para murid dapat belajar sebagaimana biasa,” ucap Mu’ti.

Baca Juga: Ruben Onsu Susah Ketemu Anak, Langsung Bongkar Nafkah sampai Uang Sampah Jutaan Rupiah

Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon, sebelumnya juga menyatakan pendampingan trauma healing dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X