SENAYANPOST - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan menanggapi hasil survei Elektabilitas dari salah satu lembaga di Jawa Timur, menempatkannya di posisi ketiga di belakang Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Anies Baswedan mengatakan bahwa hasil survei Elektabilitas Pemilu 2024 tersebut masih bisa berubah-rubah angkanya.
Lebih jauh, Anies Baswedan menyatakan bahwa angka survei Elektabilitas tersebut belum tentu menggambarkan hasil yang sebenarnya saat Pemilu 2024 berlangsung.
Saat ini, Anies yang sudah memiliki pasangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin fokus pada sosialisasi kepada masyarakat.
Ia dan Cak Imin ingin menjangkau seluas mungkin kepada masyarakat dan menyampaikan visi dan misinya untuk Indonesia lima tahun ke depan.
"Kami yang penting menjangkau, bertemu, silaturahim, dan memberikan penjelasan soal tujuan pada semua masyarakat karena angka-angka itu bisa berubah," kata Anies Baswedan pada 2 Oktober 2023, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Sementara kenyataannya Pemilu 2024 akan berlangsung pada pertengahan Februari mendatang.
"Sementara pemilu itu potret di tanggal 14 Februari, surveinya boleh naik-turun," lanjutnya.
Ia juga berkaca dari pengalamannya saat mengikuti Pilkada DKI Jakarta beberapa tahun silam.
Baca Juga: Fakta baru: PKI ternyata bagian Operasi CIA dan Inggris di Indonesia
Saat itu, Anies dan pasangannya tidak termasuk dalam posisi pertama survei Elektabilitas.
"Pengalaman kami ketika Pemilihan Kepala Daerah Jakarta tidak ada satu survei pun yang pernah menempatkan kami nomor dua, apalagi nomor satu, semuanya menempatkan nomor tiga," bebernya.