nasional

KA Cepat dan Percepatan Ekonomi Nasional

Senin, 3 Juli 2023 | 13:58 WIB
Anggota DPR RI Dr. H. M Amir Uskara mengulas tentang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang belum lama ini menuai pro dan kontra. (Instagram.com/@keretacepat_id)

KA cepat adalah simbol kemajuan ekonomi suatu negara. Dengan adanya KA cepat, investor asing makin mempercayai Indonesia.

Baca Juga: Petrofac Inggris Menangkan Proyek Gas di UEA

Pinjam kata-kata Dr. Roby Muhammad, KA cepat adalah sebuah keniscayaan jika Indonesia ingin melompat menjadi negeri maju.

Jepang misalnya, kata Roby, waktu membangun KA Cepat Shinkansen tahun 1964, ditertawakan dunia Barat.

Faktanya? Ketika Shinkansen beroperasi dan Jepang terus menambah jalur KA cepatnya, Barat akhirnya meniru Jepang.

Karena KA cepat tidak hanya menguntungkan perusahaan kereta cepatnya, tapi menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di jalur yang dilaluinya.

Baca Juga: Imigrasi Arab Saudi Sudah Siap Pemulangan Jamaah Haji

Barat yang awalnya nyinyir pada Jepang, akhirnya mengakui ketertinggalannya dari Negeri Sakura. Prancis adalah negara pertama yang membangun KA cepat, TGV (train a grande Vitesse).

Setelah Prancis berhasil dengan TGV-nya, Eropa Barat dan Amerika ramai-ramai membangun KA cepat.

Saat ini, panjang jalur KA cepat di seluruh dunia, termasuk Jepang, tanpa Tiongkok, mencapai 27.000 km.

Jumlah tersebut, dikalahkan Tiongkok, yang kini telah mempunyai jalur rel KA cepat sepanjang 37.000 km. Hasilnya bisa dilihat: kemajuan ekonomi China terbang seperti meteor. Mengalahkan Eropa Barat dan Amerika.

Baca Juga: Dewa Eka Prayoga Bantah Terlibat Penipuan Properti Syariah: Demi Allah Ini Fitnah

Barat mencapai kemajuan seperti sekarang, kata Dr. Novi Basuki, pakar budaya Cina, santri Ponpes Nurul Jadid, Paiton, butuh waktu membangun 200 tahun. Cina untuk hal sama, hanya butuh 40 tahun.

Infrastruktur KA cepat Tiongkok kini menjadi yang terbaik dan terpanjang di dunia. Itulah sebabnya, Presiden Jokowi berencana akan "ngebut" membangun KA cepat berikutnya, jalur Jakarta-Surabaya.

Pengalaman Tiongkok dengan "serendipity" kemajuan ekonominya akibat beroperasinya kereta cepat, cukup menjadi contoh yang tak terbantahkan.

Halaman:

Tags

Terkini