Mendengar hal tersebut di atas penulis menjadi kesal dan naik pitam. Hari itu juga penulis bolos kuliah dan segera tancap gas mobil Nissan Patrol berangkat ngebut ke Jakarta.
Keesokan harinya dari atap lantai 3 gedung Yayasan Perguruan Cikini penulis mengawasi yang bersangkutan keluar dari kediamannya di Jl. Cidurian dengan mobil Impala nya.
Begitu mobil Impala keluar secara tergesa-gesa penulis dengan mengendarai mobil Nissan Patrol mengikuti terus kemana arah mobil Impala tadi.
Tiba di jalan yang sepi penulis tancap gas dan dengan sadar mobil Nissan Patrol menyerempet dinding mobil Impala sehingga robek dan penyok.
Kejadian ini membuat Bung Karno marah dan mengancam, bila terulang lagi akan membakar mobil sport Karmann Ghia penulis.
Baca Juga: Ukraina Diduga Kirim Drone ke Kremlin, Rusia Sebut Ada Percobaan Pembunuhan terhadap Vladimir Putin
Selang beberapa lama dari kejadian tersebut Mega menghubungi lagi penulis, karena istri Bung Karno yang lain masuk ke kawasan Istana Merdeka untuk mengikuti santap malam kenegaraan yang dilaksanakan untuk menjamu seorang tamu negara dari negara sahabat.
Lagi-lagi penulis dibuat marah dan kesal atas kelakuan-kelakuan hindul-hindul markindul nama panggilan buatan kita untuk istri-istri Bung Karno yang melanggar kesepakatan yang ada.
Segera penulis ngebut ke Jakarta dan langsung penulis sambangi kediaman sang hindul-hindul markindul di jalan Madiun.
Di pintu gerbangnya penulis berteriak-teriak memanggil sang hindul agar keluar rumah, begitu ia keluar rumah lewat garasi langsung penulis lempar dengan pisau komando yang memang sudah penulis siapkan dari Bandung.
Baca Juga: MCU Umumkan Debut Captain Marvel yang Lain dalam Guardians of the Galaxy 3, Awas Spoiler!
Untung saja seorang pengawal dari DKP (Detasemen Kawal Pribadi) secara kilat melompat dan melindungi yang bersangkutan dengan tubuhnya sehingga yang bersangkutan terhindar dari hantaman pisau komando yang langsung menancap di pintu garasi.
Kejadian-kejadian tersebut di atas benar-benar membuat Bung Karno marah besar, namun tidak dapat berbuat apa-apa terhadap diri penulis karena merekalah yang melanggar kesepakatan.
Dalam kondisi konfrontasi dengan Federasi Malaysia sedang mencapai puncaknya Bung Karno melalui seorang pengawal Rachmawati (adik penulis), Bung Karno menyatakan mengundurkan diri dari seluruh jabatan yang diembannya.