nasional

Opini: AM Hendropriyono Bicara soal Taman Sekar Wijaya Kusuma hingga Urgensi Aksara Nusantara

Sabtu, 15 April 2023 | 20:34 WIB
AM Hendropriyono menyampaikan gagasannya terkait Taman Sekar Wijaya Kusuma yang merupakan keluhuran asli budaya Indonesia. (Dokumentasi SenayanPost.com)

a. Tulisan tentang bermacam-macam gerak, lagu dalam seni tari-menari, musik tradisional dan musik modern Nusantara.

b. Kumpulan tentang berbagai bentuk karya seni yang bersifat informatif dalam prosa dan bersifat keindahan dalam puisi Nusantara.

Baca Juga: Link Nonton Pandora Beneath The Paradise Episode 11 Sub Indo, Pyo Jae Hyun Lakukan Blunder Fatal!

c. Pernaskahan yang menyangkut pertunjukkan dan pentas seni musik, tari-tarian, wayang, komedi, sulap, akrobat, sandiwara, ludruk, lukis, opera dan teater Nusantara.

d. Pelajaran tentang seni 3 (tiga) dimensi, yaitu ungkapan seni Nusantara dalam bentuk ruang, antara lain arsitektur, ukir-mengukir, topeng, kriya, patung dan anyam-anyaman.

e. Text book untuk sekolah khusus aksara Nusantara yang terdiri dari 3 jenjang kelas, yaitu kelas 1 yang disebut kelas Pendekar, kelas 2 disebut kelas Adipati, kelas 3 disebut kelas Senapati.

Waktu pendidikan paling lama 18 bulan dan jika lulus ujian akan mendapat gelar Pengiran atau Pengiran Putri Budaya Nusantara.

Baca Juga: Suzume no Tojimari Karya Makoto Shinkai Geser Rekor Box Office One Piece Red

Tugas para Pengiran/Pengiran Putri adalah mensosialisasikan aksara Nusantara, agar dari generasi ke generasi dapat digunakan dan berfungsi untuk semakin mempersatukan seluruh Nusantara.

f. Kemudahan sistem pembelajaran aksara Nusantara melalui internet dan aplikasi yang menggunakan Artificial Intelijen.

Menggunakan aksara Nusantara yaitu aksara Jawa dalam bahasa Indonesia yang telah diperkaya oleh berbagai aksara dari daerah-daerah lain, sebagai sarana untuk mencapai sasaran-sasaran TSWK.

Kegiatan tersebut didukung antara lain dari anggaran yang diperoleh dengan menjadikan TSWK sebagai tujuan wisata yang menarik.

Baca Juga: Jasamarga Imbau Jangan Mudik Setelah Sahur dan Buka Puasa, Ini Alasannya

*Penulis adalah Guru Besar Emeritus Universitas Pertahanan RI.

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara.

Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Militer.***

Halaman:

Tags

Terkini