Tatanan dunia tersebut sesuai dengan sifat globalisme-paradox, yang menyatukan dunia dalam entitas-entitas nasional yang mempunyai ketahanan dalam kebudayaannya masing-masing.
Jawaban yang berupa ketahanan kebudayaan masyarakat bangsa Indonesia yang diawali dengan membuat setaranya Aksara Nusantara dengan aksara latin, merupakan kunci untuk menjawab tantangan hegemoni latin Barat karena Lingua Franca Inggris yang berada dalam status quo sejak abad ke 18.
Ancaman terhadap keutuhan NKRI dalam aspek ketahanan kebudayaan pada konteks aksara Nusantara adalah aksara asing yang digandrungi masyarakat yaitu aksara Hangul Korea dan aksara Hanzi China.
Kegandrungan kaum muda Indonesia karena pengaruh seni budaya Korea yang ditebarkan oleh K-Pop, sedangkan kegandrungan terhadap aksara Hanzi karena pengaruh kekuatan ekonomi perdagangan dan finansial serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi China.
Baca Juga: Wali Kota Yana Mulyana Terjaring OTT KPK, Kadis dan Camat Bandung Gelar Rapat Darurat
Aksara-aksara asing yang bersifat mengganggu atau menghambat perkembangan aksara Nusantara antara lain adalah aksara Palawa India, aksara Jawi Arab dan aksara Khamen Thailand.
Menjadikan Aksara Nusantara sebagai alat komunikasi tertulis yang resmi dalam negara bangsa Indonesia yang relevan, karena diperkaya oleh aksara-aksara daerah lainnya sebagaimana kekayaan aksara Korea karena aksara Hangul dan Hanja atau kekayaan aksara Jepang karena Hirgana-Katakana-Kanji yang diberlakukan secara bersamaan.
Lingkungan masyarakat Indonesia di era industri 5.0 kini hanya akan menggunakan aksara Nusantara miliknya sendiri, jika memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu:
1. Diberlakukan resmi oleh kemauan politik (Political Will) dari otoritas pusat, sebagai tindak lanjut pemberlakuan aksara Jawa oleh otoritas daerah-daerah Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Cirebon dan Indramayu dan dipelajarkan kepada generasi penerus melalui kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah.
Baca Juga: Link Live Streaming Persib vs Persikabo 1973 di BRI Liga 1 Malam Ini, Laga Pamungkas I Made Wirawan
2. Berlaku karena dirasakan kegunaannya untuk kebutuhan pribadi atau masyarakat, yang hidup di era serba internet dan berkecerdasan buatan. Misalnya, dengan tertera pada platform digital, dapat lebih cepat dan tepat memahami hakikat dari ontologi seni dan budaya asli Indonesia yang antara lain digelar di TSWK.
Para Pejuang Budaya Nusantara (PBN) yang terdiri dari Raja Budaya dan para Pengiran serta Pengiran Putri, yang bertanggungjawab kepada Majelis Budaya Nusantara (MBN).
Mereka adalah sekelompok masyarakat bangsa Indonesia yang sadar dirinya memiliki kepribadian dalam kebudayaannya, di samping kesadaran berdaulat dalam bidang politik dan mandiri dalam bidang ekonomi.
PBN mengkoordinir Dewan Akademi Aksara Nusantara (DAAN) yang membawahi Senat Mahaguru Aksara Nusantara (SMGAN).
Baca Juga: Taxi Driver 2 Episode 16 Kapan Tayang? Simak Preview dan Link Nonton di Sini!
Dengan strukur yang jelas dari pelaku atau subyek yang demikian, maka strategi yang dipilih dalam menghadapi setiap perubahan keadaan dapat lebih lentur untuk diterapkan.
Sasaran-sasaran Aksara Nusantara