nasional

Opini: Buya Syafii dan Mbah Moen

Jumat, 14 April 2023 | 14:39 WIB
Buya Syafii dan Mbah Moen

Itulah sebabnya, tokoh politik Islam Muhamad Natsir berusaha keras untuk mengubah RIS menjadi NKRI.
Mosi Integral Natsir -- untuk mengembalikan RIS ke NKRI -- disepakati Parlemen RIS, 3 April 1950.

Baca Juga: Aktor One Piece Live Action Bocorkan Jadwal Tayang di Netflix, Kapan?

Betapa pentingnya peralihan dari RIS menjadi NKRI, sampai Mohamad Hatta menyatakan, 3 April adalah hari proklamasi kemerdekaan kedua bangsa Indonesia.

Keputusan parlemen RIS menyetujui Indonesia kembali menjadi NKRI, sangat mengejutkan Belanda.

Tapi Belanda tak berkutik, karena proses perubahan dari RIS ke NKRI dilakukan secara sah dan demokratis melalui parlemen.

Jika Belanda menentangnya, ia akan "digebrak dan dimarahi" sekutu yang saat itu sedang getol-getolnya mengampanyekan demokrasi di dunia.

Baca Juga: Link Nonton Gratis Oshi no Ko Episode 1 Sub Indo, Bisa Langsung Akses di Sini!

Di era reformasi, pasca jatuhnya rejim otoriter Orde Baru -- kebebasan berpendapat menguar seperti suara kodok di musim hujan.

Tak sedikit elit politik mengusung gagasan pembentukan negeri khilafah yang berlandaskan Islam. Pancasila dianggap ideologi yang bertentangan dengan Islam.

Kaum fundamentalis Islam yang anti-Pancasila mendapat angin. Era reformasi seperti membuka akses politik untuk menyuarakan ideologi Islam transnasional yang anti-Pancasila.

Dalam kondisi seperti itulah, tampil KH Maimoen Zubair, tokoh politik dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Baca Juga: Brigjen Endar Priantoro Tetiba Diberhentikan, Dewas Panggil 3 Orang Wakil Ketua KPK

Mbah Moen secara tegas menyatakan, Islam dan Pancasila tidak bisa dipisahkan. Karena Islam dan Pancasila berada dalam satu tarikan nafas.

Publik terkejut, kagum atas pernyataan Mbah Moen. Rakyat Indonesia pun mendukung pernyataan sesepuh partai Islam PPP tersebut.

Dampaknya luar biasa, gerakan politik pro-ideologi Islam transnasional di Indonesia layu sebelum berkembang. Itulah jasa besar Mbah Moen dalam mengawal NKRI dan Pancasila.

Halaman:

Tags

Terkini