nasional

Temuan 11 Bayi di Rumah Bidan Pakem Sleman, Orang Tuanya Bayar Rp50 Ribu per Hari

Selasa, 12 Mei 2026 | 21:33 WIB
Ilustrasi, penitipan bayi (Freepik/rawpixel)

SENAYANPOST - Penemuan sebuah rumah yang ternyata menjadi tempat penampungan 11 bayi di Wonokerso, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta tengah menjadi sorotan.

Polisi bersama dinas terkait menggerebek rumah tersebut, setelah mendapat laporan dari warga sekitar yang janggal karena tiba-tiba banyak bayi yang dirawat pemilik rumah.

Pemilik rumah adalah seorang bidan berinisial ORP, yang praktik di daerah Gamping, Sleman.

Setelah penggerebekan yang dilakukan pada 8 Mei 2026, terungkap bahwa penitipan di Gamping sudah berjalan selama 5 bulan, sedangkan penitipan di Pakem baru seminggu terakhir.

Baca Juga: Di Balik Skandal Penganiayaan pada Daycare Yogyakarta, Ada Peran Eks Karyawan yang Ijazahnya Ditahan

Menurut AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Kasat Reskrim Polresta Sleman mengungkapkan bahwa, bidan ORP awalnya hanya menerima seorang bayi untuk dirawatnya.

Dengan alasan tertentu, bayi tersebut kemudian dititipkan dan diterima oleh bidan sampai akhirnya ada 10 bayi yang dilahirkan di tempat praktiknya.

“Bayi itu dilahirkan di Banyuraden, Gamping dan awalnya adalah hanya satu orang yang melahirkan di sana, kemudian ibunya (orang tua bayi) yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk dirawat,” ungkap Wiwit kepada awak media.

“Mungkin karena kemanusiaan dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu bisa diterima oleh bidan itu. Tapi berkembang dari hal itu sampai ke 10 yang lain ini melahirkan di sana dan menitipkannya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Wiwit menjelaskan ada beberapa alasan di balik menitipkan bayi-bayi tersebut, seperti karena pekerjaan atau mereka yang masih mahasiswa.

“Status orang tua saat ini, ya kita prihatin juga terhadap kondisi-kondisi yang ada di Jogja ini. Orang tuanya itu belum status menikah atau belum status kawin,” jelasnya.

“Sehingga untuk bayi ini mayoritas memang di luar pernikahan,” imbuhnya.

Adapun biaya penitipan, Wiwit mengungkapkan bahwa orang tua bayi membayar Rp50 ribu per harinya.

“Ini membayar, jadi membayar satu harinya Rp50 ribu per anak. Kita belum tahu nih apakah dengan Rp50 ribu ini mencukupi atau tidak,” sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini