nasional

Sebut Penerima Makan Bergizi ‘Rakyat Jelata’, Petugas SPPG Purbalingga Minta Maaf dan Siap Disanksi

Senin, 16 Maret 2026 | 21:53 WIB
Viral unggahan status WA salah satu petugas SPPG di Purbalingga, Jawa Tengah. (Instagram/info_purbalingga)

SENAYANPOST - Tengah viral di media sosial salah satu unggahan status status WhatsApp diduga dari petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purbalingga, Jawa Tengah. Unggahan yang viral tersebut menunjukkan sejumlah petugas SPPG yang berpose tengah melakukan peregangan sebelum olahraga.

Salah satu akun yang mengunggah tangkapan layar dari status WhatsApp tersebut adalah akun Instagram @info_purbalinga pada Senin, (16/3/26).

“Peregangan sik (dulu), sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur,” tulis keterangan pada caption unggahan di bawah foto tersebut.

Sontak saja usai viralnya unggahan tersebut membuat warganet menjadi geram karena penggunaan kata ‘rakyat jelata’. Pasalnya, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan menggunakan uang pajak rakyat.

Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Perumahan Layak Jadi Kunci Hapus Malapetaka Stunting di Indonesia

Beberapa komentar dari warganet seperti, “Kalian harusnya bersyukur dapat kerjaan, kalau MBG stop, kalian udah nggak dapat gaji dari pajak rakyat lagi,” tulis akun @shi****d

“Kalau ada kekurangan atau kritik program, itu bagian dari evaluasi. Menyebut masyarakat sebagai ‘rakyat jelata kurang bersyukur’ tidak mencerminkan sikap pelayanan publik yang profesional,” tulis akun @aul***_

Usai viralnya tangkapan layar tersebut di media sosial, seorang wanita bernama Diah Fatmiasih meminta maaf karena unggahannya.

“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat MBG dan masyarakat luas atas pernyataan saya yang menyebut penerima manfaat sebagai rakyat jelata,” ucapnya dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @infopurbalinggane pada Senin.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, PT KAI Bangun 5.484 Rusun TOD di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya

Ia juga menegaskan bahwa pernyataannya tersebut bersifat pribadi dan tidak terkait dengan dapur MBG.

“Saya juga siap menerima sanksi apapun,” tuturnya lagi.

Sementara dalam unggahan di akun Instagram @infopurbalingga.id, beredar pula tangkapan layar yang menyebut bahwa yang bersangkutan sudah diberhentikan dari SPPG.

“Untuk tindak lanjutnya, beliau diberikan sanksi diberhentikan menjadi relawan SPPG,” tulis pesan chat tersebut. *

Tags

Terkini