nasional

Nilai Banyak Orang Salah Persepsi soal Biaya Kesehatan, Dirut BPJS Ali Ghufron Mukti: Dikira Murah, Padahal Mahal

Selasa, 10 Februari 2026 | 22:03 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti sorot kesalahpahaman masyarakat soal persepsi biaya kesehatan di Gedung DPR belum lama ini. (Tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

Faskes Dinilai Bukan Tanggung Jawab BPJS

Ali menjelaskan, terdapat dua peraturan undang-undang (UU) yang terkait tanggung jawab BPJS.

"Nah, jadi umumnya memang diatur di dalam, ada dua undang-undang, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 khusus tentang BPJS," jelasnya.

"Ini BPJS itu tugasnya umumnya adalah di demand side-nya, sedangkan supply side itu bukan BPJS. Ini orang yang sering salah," sambung Ali.

Selain itu, Ali menekankan, urusan dokter, alat, fasilitas kesehatan (faskes), dan obat bukanlah tanggung jawab BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Kronologi Akuntan SPPG di Aceh yang Diduga Korupsi Rp59 Juta demi Bayar Utang, Bermula dari Laporan Kasus Begal ke Polisi

Bandingkan Asuransi Kesehatan Jerman vs Indonesia

Ali menilai, BPJS Kesehatan bertugas bagaimana supaya orang bisa akses dengan kualitas tertentu tanpa kesulitan keuangan.

Dirut BPJS Kesehatan itu menyebutkan, sudah ada 283,87 juta orang masuk asuransi BPJS Kesehatan.

Bagi Ali, hal tersebut adalah prestasi, karena negara lain tidak bisa secepat ini mencapainya.

"Di Jerman saja perlu waktu 127 tahun untuk 85 persen," papar Ali.

"Di Indonesia ini luar biasa, karena dalam 10 tahun bisa mencapai hampir 99 persen penduduk atau 98 persen, lebih dari 98 persen (tercakup BPJS Kesehatan)," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini