Empat Penyakit Ini yang Bikin BPJS Kesehatan Jebol

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 7 Maret 2023 | 15:38 WIB
potret pelayan di rumah sakit saat menggunakan BPJS Kesehatan (pinterest/wattpad)
potret pelayan di rumah sakit saat menggunakan BPJS Kesehatan (pinterest/wattpad)

SENAYANPOST - BPJS Kesehatan menjadi andalan masyarakat Indonesia, untuk memperoleh layanan kesehatan yang memadai dan tentunya dengan harga yang terjangkau.

Ada banyak hal menarik seputar BPJS Kesehatan, termasuk empat penyakit yanh paling banyak dibiayai oleh BPJS Kesehatan.

Hal itu diungkapkan oleh Suharso Monoarfa, Menteri PPN/Kepala Bappenas yang mengatakan dalam setahun terakhir, terdapat peningkatan pelayanan penyakit katastropik atau penyakit yang membutuhkan perawatan medis yang lama dan berbiaya tinggi.

Penyakit yang termasuk dalam pengelompokan katastropik pada Program JKN antara lain penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalasemia, leukimia, dan hemofilia.

"Meskipun insidennya tidak terlalu tinggi, ada empat penyakit dengan beban BPJS terbesar," jelas Suharso, dikutip Senayan Post, Selasa 7 Maret 2023.

Suharso merinci, BPJS Kesehatan telah membiayai pengobatan pasien dengan penderita jantung sebesar Rp 10,3 triliun, kanker sebesar Rp 3,5 triliun, storke sebesar Rp 2,5 triliun, dan gagal ginjal sebesar Rp 2,3 triliun.

Lebih lanjut Suharso menjelaskan, untuk pembiayaan pengobatan kanker, pasien terbanyak dialami oleh pasien perempuan.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan diminta agar rumah sakit di Indonesia, bisa berinvestasi untuk menambah jumlah alat mammografi untuk bisa melayani masyarakat penderita kanker payudara di Indonesia.

Mammografi atau mammogram adalah tes pemindaian untuk menangkap gambar jaringan payudara dengan sinar-X. Pemeriksaan medis ini digunakan untuk mendeteksi lebih dalam kelainan pada payudara.

Lewat mammografi, dokter bisa mengetahui ada tidaknya tumor, kanker, kista, atau penumpukan kalsium pada jaringan payudara.

Seperti diketahui, kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita/perempuan di tanah air. Berdasarkan data Global Cancer Observatory tahun 2020, jumlah pasien kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus.

Namun, kebanyakan pasien kanker payudara di Indonesia baru terdeteksi pada stadium lanjut atau stadium 3-4. Hal ini terbukti dari data tahun 2020 milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menemukan bahwa sebanyak 60% hingga 70% kanker payudara didiagnosis pada stadium lanjut.

Padahal sebenarnya kanker payudara bisa diatasi dan ditangani hingga sang pasien sembuh, dan bisa tertangani dengan baik jika masih terdeteksi stadium 1 atau 2.

Pemerintah mencatat, dari 3.000 rumah sakit di Indonesia hanya 200 diantaranya yang memiliki alat mammografi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X