nasional

Opini: Lomborg, Ekologi, dan Ulil

Jumat, 12 Juli 2024 | 22:06 WIB
Budhy Munawar

Oleh: Budhy Munawar-Rachman, Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta

SENAYANPOST - Saya membaca dengan teliti buku karya Bjorn Lomborg "False alarm: How climate change panic costs us trillions, hurts the poor, and fails to fix the planet" (2020) yang kontroversial itu.

Buku yang dikutip oleh Ulil Abshar Abdalla, dalam artikel polemiknya yang awal, yang oleh Airlangga Pribadi dalam artikel polemiknya terhadap Ulil, 20 Juli 2024, disebut telah “ditempatkan sebagai hero oleh Mas Ulil dalam status FB beliau pra-polemik”.

Untuk memahami dasar serangan Ulil terhadap para aktivis lingkungan, yang konsern terhadap perubahan dan krisis iklim, dan urgensi adaptasi dan terutama mitigasinya, di bawah ini saya ringkaskan buku Bjorn Lomborg apa adanya, dan kemudian mengeritiknya dengan bahan dari review-review para ahli yang tersedia dan bisa saya akses.

Dalam bukunya "False Alarm”, Bjorn Lomborg menyampaikan kritik tajam terhadap pendekatan global saat ini dalam menangani perubahan iklim.

Baca Juga: AM Hendropriyono Yakin Komitmen Prabowo Subianto Lanjutkan Legacy Presiden Jokowi

Menurut Lomborg, meskipun perubahan iklim adalah masalah nyata yang perlu diatasi, kepanikan yang disebabkan oleh retorika yang berlebihan mengarah pada kebijakan yang tidak efektif dan sangat mahal.

Buku ini menguraikan argumennya dengan mendetail, dan menyarankan pendekatan yang lebih rasional dan terukur terhadap masalah ini.

Lomborg memulai dengan mengeksplorasi bagaimana retorika perubahan iklim, telah menjadi semakin ekstrem dan kurang berlandaskan pada ilmu pengetahuan.

Dia berpendapat bahwa, meskipun data ilmiah tentang perubahan iklim telah meningkat dan menjadi lebih andal, retorika publik yang digunakan oleh media dan beberapa ilmuwan telah berubah menjadi lebih alarmis.

Baca Juga: Mantan Kepala BIN Ungkap Perbedaan Pendukung Prabowo Subianto yang Dulu dan Sekarang

Ini telah menciptakan budaya ketakutan, yang tidak proporsional dengan risiko nyata yang dihadapi oleh perubahan iklim.

Lomborg menekankan bahwa perubahan iklim adalah masalah yang dapat dikelola, bukan kiamat yang mengancam kepunahan manusia seperti yang sering digambarkan.

Salah satu kritik utama Lomborg adalah terhadap Perjanjian Paris, dan kebijakan iklim serupa yang menurutnya mahal dan tidak efektif.

Halaman:

Tags

Terkini