Tak Lagi Meledak-Ledak, Begini Komentar Habib Rizieq tentang Pesantren Al Zaytun dan Panji Gumilang

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Sabtu, 15 Juli 2023 | 18:07 WIB
Habib Rizieq Shihab saat berceramah (Dok/Markaz Syariah)
Habib Rizieq Shihab saat berceramah (Dok/Markaz Syariah)

SENAYANPOST - Persoalan pesantren Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang, membuat Habib Rizieq ikut berkomentar.

Habib Rizieq berkomentar tentang dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh pesantren Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang, dan dugaan mengajarkan ajaran sesat kepada santrinya.

Menurut Habib Rizieq, Panji Gumilang menyebut Al Quran sebagai kalam Nabi Muhammad SAW.

"Ini pendapat Dholaal Mudhill, bahkan ini pendapat bisa masuk kategori kufron, karena nggak ada, ulama semua sepakat sampai mu'tazillah sekalipun yang mengatakan bahwa Alquran itu adalah makhluk, tetap mengatakan Alquran itu Kalamullah," ungkap Habib Rizieq, dikutip Senayan Post.

Baca Juga: Ketika AM Hendropriyono Bercerita Pertama Kali Kenal Panji Gumilang dan Pesantren Al Zaytun

Lebih lanjut Habib Rizieq mencontohkan, bahkan para Mu'tazilah yang mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk, tetap mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah.

"Pertanyaan kita balikin, Anda sendiri punya dalil apa? Ulama mana yang mengatakan kalau Al Qur'an itu adalah kalamul khalqi," beber Habib Rizieq.

Selain itu, Habib Rizieq menyebut, azan khusus bagi santri Ponpes Al Zaytun yang tidak menghadap kiblat melainkan jemaah.

"Azan menghadap kiblat itu sunah, kalau azan menghadap jemaah ya makruh, memang makrub bukan sesat tapi kalau azan menghadap jemaah menjadi doktrin. Nah ini kita bicara doktrin dengan cara-cara yang sedemikian rupa kan," kata Habib Rizieq.

Baca Juga: Dituding 'Bekingi' Panji Gumilang dan Pesantren Al Zaytun, AM Hendropriyono: Saya Heran Kok Ributnya Sekarang?

"Kan ada cara-cara gitu, sampai seperti upacara, seperti pemandu musik, pemandu konser, yang bisa mengantarkan kekufuran atau kesesatannya bukan azan-nya, bukan menghadap jemaahnya tapi doktrin dengan tata cara mengada-ada, yang gak pernah diajarkan oleh Nabi maupun ulama salaf dan khalaf," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X