Ancaman yang semakin dekat terhadap NKRI adalah berkobarnya perang psikologi di dunia maya, sebagai dampak dari perang ekonomi perdagangan dunia sejak bulan Januari 2018 dan fisik militer Russo-Ukraina di Eropa yang tengah berlangsung dan semakin berlarut-larut sejak bulan Maret 2022.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Jam Tayang dan Link Nonton Tale of Nine Tailed 1938 Episode 4 Sub Indo
Pergeseran geopolitik di benua Eropa semakin jelas mengarah ke Asia Tenggara, dalam strategi Amerika Serikat memperlebar front geografis untuk mengikat China agar tidak terlibat dalam perang fisik militer di Eropa.
Dengan demikian maka peran intelijen di Eropa dan di Asia Tenggara kini semakin mengemuka, di antara kekuatan tentara mereka yang ada di darat, laut dan udara.
Singapura misalnya, pada bulan Oktober 2022 yang lalu telah membentuk Digital and Intelligence Service dalam jajaran Singapore Armed Forces, yang berarti kini mempunyai 4 (empat) Kepala Staf Angkatan matra di bawah komando Panglima Angkatan Bersenjatanya.
Sebagai subyek dalam operasi intelijen, maka semua alternatif strategi yang dipilih niscaya mempunyai sasaran di Asia Tenggara terutama di Indonesia.
Dukungan Amerika Serikat dalam bidang sarana dan prasarana berdasarkan pada geostrategi yang menyangkut keunggulan komperatif Singapura, sebagai hub bagi negara-negara Asia Tenggara.
Untuk menjawab tantangan perkembangan lingkungan teknologi informasi dunia dan mengatasi ancaman terhadap negara bangsa Indonesia, diperlukan segera langkah antisipatif berupa pembentukan TNI-INTELIJEN dalam sistem pertahanan keamanan nasional.
Baca Juga: Jokowi Hadiri Musra di Istora Senayan, Sebut 6 Kriteria Pemimpin yang Dibutuhkan Rakyat Indonesia
Langkah persiapan perlawanan dalam perang rakyat semesta adalah dengan cara mengkonsolidasikan secara terkoordinir dan terpadu kekuatan TNI, para pakar sipil dan potensi dari para netizen yang patriotik dan berpengaruh.
Potensi mereka sebagai influencers perlu dibina untuk menjadi kekuatan yang nyata, dalam organisasi TNI Angkatan ke 4 di samping TNI tiga Angkatan yang sudah ada.
Dengan demikian peran TNI akan semakin relevan dalam lingkungan baru dunia, untuk melaksanakan pertempuran dengan berani, benar dan berhasil di matra darat, laut, udara, dan siber.***
*Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Artikel Terkait
AM Hendropriyono soal Politikus yang Tolak Timnas Israel: Jangan Main Makan Saja, Nanti Perut Sakit
Opini: AM Hendropriyono Bicara soal Taman Sekar Wijaya Kusuma hingga Urgensi Aksara Nusantara
Wawancara Khusus AM Hendropriyono: Merenungkan Kopassus dan Ide Separatis Papua
Ulang Tahun ke 78 Tahun, Harapan AM Hendropriyono untuk Indonesia
AM Hendropriyono Rayakan Ulang Tahun ke-78, Once Mekel: Terus Jadi Inspirasi Buat Kita Semua